Muhammad Ikbal Wahyu Sukron
Universitas Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Why Don't We Study Laziness? A Bibliometric Analysis of Terminological Avoidance of a Folk Concept Syahid Izharuddin Lubis; Muhammad Ikbal Wahyu Sukron; Kahfi Hizbullah
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2584

Abstract

The concept of laziness is often avoided in science because it seems to carry negative connotations, despite its frequent use in everyday life. This study aims to present a bibliometric analysis of the topic of laziness. 2,336 articles on laziness published from 1985 to 2025 were analyzed using bibliometric techniques to uncover research trends over 40 years. The analysis procedure began by searching for articles on the topic of laziness using various keywords in the Scopus search database. The search results were then cleaned in OpenRefine to detect ambiguous keywords and processed in VOSviewer, a software tool for conducting bibliometric analysis. The analysis focused on several aspects, such as keyword relevance, author affiliation, the most relevant authors to the topic, and citation analysis. The analysis results were visualized using VOSviewer to provide recommendations for future research on the laziness variable.
Peran Fear of Missing Out dan Paparan Media terhadap Hubungan Parasosial: Studi Kuantitatif pada Penggemar JKT48 Muhammad Ikbal Wahyu Sukron; Ervah Ayu Ningtias; Erik Erik
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.3225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media terhadap hubungan parasosial pada penggemar JKT48. Sebanyak 302 penggemar JKT48 berusia minimal 17 tahun, aktif menggunakan media sosial, dan memiliki ketertarikan terhadap JKT48 minimal tiga bulan, yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dilibatkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan parasosial pada penggemar JKT48, F(2,299) = 108,4, p < 0,001, R² = 0,420. Temuan ini menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media secara bersama-sama menjelaskan 42,0% varians hubungan parasosial. Fear of Missing Out (FoMO) memberikan kontribusi yang lebih besar (β = 0,578) dibandingkan paparan media (β = 0,141) dalam memprediksi hubungan parasosial. Dengan demikian, semakin tinggi Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media yang dimiliki penggemar, semakin tinggi pula hubungan parasosial yang terbentuk dengan member JKT48. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan media dalam pembentukan hubungan parasosial pada penggemar JKT48. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran penggemar untuk membatasi diri dalam mengikuti perkembangan idola secara berlebihan, serta tetap memprioritaskan tanggung jawab dan hubungan sosial di kehidupan nyata.