Fiskalisha Zulfa Zhafira
Universitas Harapan Bangsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari Dalam Mengurangi Nyeri Akut pada Pasien Kanker Vulva Stadium III Fiskalisha Zulfa Zhafira; Atun Raudotul Ma'rifah; Agutina Desy Putri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.21

Abstract

Kanker vulva adalah keganasan pertumbuhan sel pada area vulva yang menyerang wanita berusia antara 30-70 tahun. Penyebabnya yaitu infeksi yang berasa dari HPV. Gejalanya berupa gatal di area genital, demam, dan terdapat nyeri serta benjolan di vulva serta selangkangan. Nyeri akut sering menjadi masalah keperawatan yang utama pada pasien kanker vulva. Teknik nonfarmakologis yang digunakan untuk mengurangi nyeri yaitu relaksasi genggam jari. Relaksasi genggam jari yaitu teknik untuk mengurangi nyeri dengan menggenggam jari dengan tarik nafas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari dalam Mengurangi Nyeri Akut pada Pasien Kanker Vulva Stadium III di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif dengan purposive sampling pada salah satu pasien dengan diagnosis medis kanker vulva stadium III dengan masalah keperawatan nyeri akut di Ruang Teratai 1 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan pembuatan asuhan keperawatan dengan memberikan intervensi manajemen nyeri (relaksasi genggam jari). Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif untuk melihat perubahan intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Implementasi yang diberikan oleh peneliti yaitu dengan memberikan teknik relaksasi genggam jari selama 3 hari berturut-turut didapatkan hasil bahwa indikator keluhan nyeri cukup menurun. Setelah diberikan teknik relaksasi genggam jari terdapat penurunan skala nyeri pada pasien kanker vulva, sehingga dapat berpengaruh terhadap menurunkan nyeri.
Prevalensi dan Derajat Anemia pada Pasien Chronic Kidney Disease Hemodialisis di Purwokerto Fiskalisha Zulfa Zhafira; Etika Dewi Cahyaningrum; Made Suandika
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 (2025): Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 Juli 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i1.438

Abstract

Anemia merupakan komplikasi utama pada pasien gagal ginjal kronik (CKD) yang memperburuk kualitas hidup dan meningkatkan morbiditas. Data mengenai profil anemia pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di rumah sakit di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan derajat anemia pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RST Wijayakusuma Purwokerto serta faktor-faktor yang berhubungan. Metode: Studi cross-sectional ini melibatkan 119 pasien CKD dewasa yang menjalani hemodialisis rutin minimal tiga bulan. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara karakteristik pasien dengan derajat anemia. Hasil: Mayoritas pasien berusia 55–64 tahun (31,1%) dan berjenis kelamin laki-laki (63,9%). Sebagian besar (54,6%) mengalami anemia berat (Hb <8 g/dL), dengan prevalensi tertinggi pada pasien dengan durasi CKD >12 bulan (53,4%) dan lama hemodialisis 13–24 bulan (59,5%). Terdapat hubungan signifikan antara durasi CKD dan lama hemodialisis dengan derajat anemia (p<0,05). Simpulan: Anemia berat sangat umum ditemukan pada pasien CKD hemodialisis di RST Wijayakusuma Purwokerto, terutama pada mereka dengan durasi penyakit dan terapi yang lebih lama. Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini dan penatalaksanaan anemia secara optimal pada populasi ini.   Anemia is a major complication in patients with chronic kidney disease (CKD) that worsens quality of life and increases morbidity. Statistics on the profile of anemia in CKD patients undergoing hemodialysis in secondary hospitals in Indonesia is still limited. Purpose: This study aims to analyze the characteristics and degree of anemia in CKD patients undergoing hemodialysis at Wijayakusuma Hospital in Purwokerto, as well as related factors. Method: This cross-sectional study involved 119 CKD patients adult undergoing routine hemodialysis for at least three months. Data were collected from medical records and analyzed statistically using the chi-square test to examine the relationship between patient characteristics and the degree of anemia. Results: The majority of patients were aged 55–64 years (31.1%) and male (63.9%). Most (54.6%) had severe anemia (Hb <8 g/dL), with the highest prevalence among patients with a duration of chronic kidney disease (CKD) >12 months (53.4%) and hemodialysis duration of 13–24 months (59.5%). There was a significant association between the duration of CKD and the duration of hemodialysis with the severity of anemia (p<0.05). Conclusion: Severe anemia is very common in hemodialysis patients with chronic kidney disease in secondary hospitals, especially in those with longer disease duration and therapy. These findings emphasize the importance of early detection and optimal management of anemia in this population.