Shinta Ika Sandhi
Universitas Bhakti Kencana Kendal

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbandingan Hasil Penelitian tentang Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Percepatan Involusi Uterus Shinta Ayu Nani; Desi Wijayanti Eko Dewi; Shinta Ika Sandhi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.76

Abstract

Tingginya prevalensi komplikasi pascapersalinan akibat keterlambatan involusi uterus menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan maternal, sehingga memerlukan intervensi yang tidak hanya efektif dan terjangkau, tetapi juga berbasis pada evidensi ilmiah. Di antara alternatif nonfarmakologis yang kini mulai banyak dikaji adalah pijat oksitosin, meskipun temuan mengenai efektivitasnya masih menunjukkan ketidakkonsistenan antar studi. Oleh karena itu, artikel ini berfokus pada analisis komparatif terhadap efektivitas teknik pelaksanaan pijat oksitosin yang mencakup aspek waktu pemberian, frekuensi pelaksanaan, dan durasi intervensi dalam mendukung percepatan proses involusi uterus pada ibu dalam masa nifas. Penelitian ini mengadopsi pendekatan systematic literature review dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri dari enam artikel ilmiah yang diperoleh melalui pencarian sistematis menggunakan kata kunci terarah pada berbagai platform akademik daring. Proses analisis dilakukan secara tematik dan deskriptif-komparatif dengan mempertimbangkan data kuantitatif seperti nilai signifikansi statistik (p-value) dan rata-rata penurunan tinggi fundus uteri. Temuan menunjukkan bahwa lima dari enam artikel mendemonstrasikan adanya dampak positif pijat oksitosin terhadap percepatan involusi uterus. Teknik yang dinilai paling efektif adalah pijatan dengan durasi minimal 15 menit, dilakukan dua kali dalam sehari, serta dimulai dalam kurun waktu 24 jam pertama pasca persalinan. Sumbangsih utama dari artikel ini terletak pada pemetaan komprehensif terhadap parameter teknis dalam pelaksanaan pijat oksitosin dan pengajuan rekomendasi untuk penyusunan standar prosedur pelaksanaan dalam konteks praktik kebidanan komunitas. Sebagai kesimpulan, pijat oksitosin memiliki potensi besar untuk dijadikan intervensi pendukung yang dapat terintegrasi secara praktis dalam layanan perawatan ibu nifas.