Wisye Novia Arman
Poltekkes Kemenkes Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rachmad Aprilio; Wisye Novia Arman
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.105

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Pengendalian penyakit ini sangat bergantung pada karakteristik pasien dan kemampuan pengelolaan diri (self-management), terutama dalam menjaga kadar glukosa darah tetap stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 dan kadar glukosa darah mereka di Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif potong lintang (cross-sectional) yang dilaksanakan di Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat, pada September 2023–Juli 2024. Sampel berjumlah 35 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kuesioner baku DSMQ (Diabetes Self-Management Questionnaire) berbahasa Indonesia yang telah diuji validitas (p > 0,05) dan reliabilitas dengan nilai koefisien alpha Cronbach 0,889 serta 0,697. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi disertai penjelasan. Rata-rata usia responden adalah 61,03 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (74,3%). Sebagian besar responden berpendidikan maksimal SMA (37,2%) dan tidak bekerja/pensiunan (88,6%). Rata-rata lama menderita diabetes adalah 7,37 tahun, dan 51,4% responden memiliki self-management yang baik. Rata-rata kadar glukosa darah adalah 220,40 mg/dL dengan standar deviasi 67,280 mg/dL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkontrol meskipun lebih dari separuh menunjukkan kemampuan self-management yang baik. Pengetahuan mengenai karakteristik dan kadar glukosa darah pasien penting untuk perencanaan intervensi dan pelayanan kesehatan yang lebih efektif.