Gangguan jiwa merupakan kondisi kesehatan yang memerlukan dukungan berkelanjutan, tidak hanya dari tenaga kesehatan tetapi juga dari keluarga sebagai lingkungan terdekat pasien. Perilaku caring keluarga berperan penting dalam proses pemulihan dan mencegah kekambuhan pasien dengan gangguan jiwa. Namun, rendahnya tingkat pengetahuan keluarga mengenai gangguan jiwa sering kali menjadi hambatan dalam pemberian dukungan yang optimal. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga dengan perilaku caring pada anggota keluarga dengan gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Maliku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku caring keluarga yang sudah melalui ujiĀ validitas dan reliabilitas , hasil r hitung > r tabel (0,361) dengan reabilitas nilai cronbach alpha > 0,60. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (66,7%), dan perilaku caring pada kategori sedang (61,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dengan perilaku caring (nilai p <0.001; r = 0,661), yang berarti terdapat korelasi positif sedang antara kedua variabel. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dengan perilaku caring terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.