Annisa Fitri Syahrani
Universitas Dharma Andalas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hegemoni Media dalam Isu Pembangunan IKN (Studi pada Media Tempo.co dan Detik.com Tahun 2026) Adisti Rizky Ghalazani; Annisa Fitri Syahrani; Muhammad Alif Febrian; Viona Putri Yarisda
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 2 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/8j2zvy83

Abstract

Penelitian ini menganalisis hegemoni media dalam pemberitaan isu pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada dua portal berita online, yaitu Tempo.co dan Detik.com, sepanjang tahun 2026. Menggunakan perspektif teori hegemoni Antonio Gramsci dan ekonomi politik media, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kedua media tersebut mengonstruksi realitas sosial melalui proses framing serta pengaruhnya terhadap pembentukan opini publik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode literature review dan analisis isi (content analysis). Data diperoleh dari artikel penelitian terdahulu serta delapan artikel berita terpilih dari Tempo.co dan Detik.com yang membahas pembangunan IKN. Analisis difokuskan pada pemilihan isu, sudut pandang, narasumber, dan bahasa yang digunakan dalam pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan framing yang signifikan antara kedua media. Tempo.co cenderung membingkai IKN dari perspektif politik, akuntabilitas, dan risiko, dengan menyoroti potensi proyek mangkrak, beban biaya pemeliharaan, serta pentingnya pengawasan publik. Sementara itu, Detik.com lebih dominan menggunakan framing kemajuan, kerja sama internasional, dan manfaat ekonomi, menonjolkan dampak positif terhadap perekonomian daerah serta citra baru Kalimantan. Perbedaan tersebut mencerminkan pengaruh orientasi redaksional dan kepentingan ekonomi-politik masing-masing media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun dengan strategi yang berbeda, kedua media turut membangun hegemoni melalui pembentukan consent masyarakat terhadap pembangunan IKN. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi media bagi masyarakat agar dapat memahami konstruksi realitas yang disajikan oleh media massa.