Gangguan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang prevalensinya terus meningkat dan menimbulkan dampak terhadap aspek fisik, psikologis, serta sosial. Upaya penanganan nonfarmakologis berbasis budaya, seperti praktik spiritual dan sound healing dari tradisi Hindu Bali, menawarkan potensi sebagai terapi komplementer yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penggunaan ritual spiritual seperti melukat, upacara penyucian diri, serta penggunaan musik tradisional Bali seperti rindik, gamelan selonding, dan semar pegulingan dalam menurunkan tingkat kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan database Google Scholar dan PubMed. Data yang diperoleh sebanyak sepuluh artikel dengan kriteria inklusi, yakni dalam rentang tahun 2015 -2025, relevan dengan kata kunci, dapat diakses lengkap, jurnal atau skripsi, sumber dan institusi jelas, ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil telaah menunjukkan bahwa praktik spiritual dan sound healing mampu menurunkan kecemasan, meningkatkan relaksasi, serta memperkuat kesejahteraan emosional dan spiritual, bahkan pada kelompok rentan seperti ibu hamil, pasien kanker, dan lansia. Walaupun belum ditemukan kajian yang secara langsung meneliti integrasi praktik spiritual dan sound healing sebagai satu kesatuan, hasil yang diperoleh menunjukkan potensi sinergi keduanya sebagai pendekatan holistik. Dengan demikian, integrasi tradisi lokal berbasis spiritual dan musik dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi komplementer dalam tatalaksana gangguan kecemasan di Indonesia.