Setiap pasien yang melakukan hemodialisa biasanya akan mengalami nyeri akibat luka tusuk, luka tusuk ini sering disebut dengan luka tusuk cimino. Prosedur pemasangan alat hemodialisa menimbulkan kerusakan lapisan kulit dan pembuluh darah yang menyebabkan nyeri, kondisi seperti ini jika tidak segera ditangani maka akan mengakibatkan gangguan kenyaman pasien, gangguan istrahat dan gangguan pada integritas kulit pasien. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan terapi minyak zaitun terhadap penurunan skala nyeri pada pasien Hemodialisa akibat tusukan cimino di RSU Royal Prima Medan Tahun 2025. Penelitian ini dilakukan dengan jenis ekperimen semu melalui rencangan penelitian one group pre-test dan post-test design dimana satu kelompok subjek penelitian diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian kelompok peneltian tersebut diobservasi kembali setelah dilakukan intervensi. Populasi penelitian diambil dari seluruh jumlah pasien penderita rematik yang mengalami gangguan ektermitas di ruang rawat inap. Tehnik accidental sampling yaitu mengambil sampel yang kebetulan ada pada saat penelitian dilakukan. Sampel penelitian adalah seluruh pasien yang menderita gagal ginjal menjalani hemodialisa di ruang terapi Rumah Sakit Royal Prima Medan pada saat penelitian dilakukan sebanyak 30 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui pengisian lembar kuesioner yang di isi langsung oleh sampel pada saat penelitian. Analisis data penelitian dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada pengaruh terhadap penerapan terapi minyak zaitun terhadap penurunan skala nyeri pada pasien Hemodialisa akibat tusukan cimino di RSU Royal Prima Medan tahun diperoleh hasil dengan nilai Pvalue 0,004 dan Z -3,790.