Mahasiswa keperawatan sering mengalami kecemasan performa saat menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE), yang menuntut ketepatan prosedur, konsentrasi tinggi, dan kesiapan mental. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menunjukkan kompetensi klinik secara optimal. Self-efficacy dipandang sebagai faktor penting karena membentuk keyakinan diri mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik maupun praktik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self-efficacy dan performance anxiety pada mahasiswa Keperawatan Program Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel terdiri dari 54 mahasiswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Westside Test Anxiety Scale (WTAS), yang telah terbukti valid dan reliabel. GSES versi Bahasa Indonesia menunjukkan KMO 0.94, faktor loading 0.75-0.81, serta Cronbach’s Alpha 0.76-0.80. WTAS menunjukkan korelasi item signifikan (r = 0.526-0.746; p < 0.05) dengan Cronbach’s Alpha 0.836. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman untuk menilai kekuatan dan arah hubungan variabel. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki self-efficacy tinggi (55.56%), sementara tingkat kecemasan performa didominasi kategori sedang hingga tinggi (51.85%). Uji korelasi menghasilkan nilai r = -0.412 dengan p = 0.002, menandakan hubungan negatif signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, semakin rendah performance anxiety saat menghadapi OSCE.