Pasien dengan pneumonia yang berkembang menjadi Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) sering mengalami gangguan bersihan jalan napas akibat penumpukan sekret yang berlebihan dan kelemahan refleks batuk. Kondisi ini menuntut intervensi keperawatan yang mampu membantu mengoptimalkan ventilasi serta memfasilitasi pengeluaran sekret. Salah satu intervensi sederhana namun efektif adalah penerapan posisi Semi-Fowler yang dikombinasikan dengan rotasi lateral kiri sebagai bagian dari head and position care. Kasus ini menggambarkan penerapan intervensi posisi Semi-Fowler dengan rotasi lateral kiri pada pasien trakeostomi dengan pneumonia ARDS di ruang ICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Tindakan dilakukan selama tiga hari dengan posisi kepala dinaikkan 30–45° dan rotasi lateral kiri setiap tiga jam, disertai suction dan nebulisasi sesuai indikasi klinis. Selama intervensi, dilakukan pemantauan tanda-tanda vital, suara napas, karakter sekret, dan hasil analisis gas darah untuk menilai perubahan kondisi respirasi pasien. Hasil menunjukkan adanya perbaikan yang bermakna setelah intervensi. Frekuensi napas menurun dari 29 menjadi 22 kali per menit, saturasi oksigen meningkat dari 94% menjadi 99%, dan kadar PaCO2 menurun dari 89 menjadi 54 mmHg. Sekret yang awalnya kental dan kuning kehijauan menjadi encer dan mudah dikeluarkan, bunyi napas ronkhi berkurang, serta pasien tampak lebih rileks dan nyaman. Perubahan ini menunjukkan peningkatan fungsi ventilasi dan efektivitas bersihan jalan napas. Secara keseluruhan, penerapan posisi Semi-Fowler dengan rotasi lateral kiri terbukti membantu perbaikan kondisi respirasi pasien trakeostomi dengan pneumonia ARDS.