Nurmaharani Nurmaharani
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Intervensi Inovatif terhadap Perubahan Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja: Systematic Literature Review Kinantika Nur Dewanti; Nurmaharani Nurmaharani; Caecilia Titin Retnani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1082

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan kondisi terjadinya peningkatan kadar gula darah dan terjadi karena resistensi atau produksi insulin yang tidak memadai dalam tubuh. DMT2 merupakan masalah kesehatan yang mengalami pergeseran tren dari usia dewasa ke remaja. Kondisi ini perlu dicegah sejak remaja untuk mencegah risiko komplikasi kronis di masa depan. Upaya pencegahan dengan edukasi kesehatan telah dilakukan melalui metode konvensional, program terstruktur dan intervensi berbasis teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan bukti sistematis mengenai pengaruh berbagai inovasi intervensi terhadap perubahan perilaku pencegahan DMT2. Sehingga dapat menjadi kajian dan pedoman intervensi atau kebijakan lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi inovatif pada perubahan perilaku untuk pencegahan DMT2 pada remaja. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis dari tiga basis data, yaitu SAGE, Pubmed, dan Google Scholar pada tahun 2020-2025. Hasil penelitian menunjukan dari 146 artikel yang diidentifikasi, terdapat 10 artikel berdasarkan kriteria inklusi dan seleksi menggunakan diagram PRISMA. Hasil tinjauan ini menunjukkan bahwa intervensi konvensional, program terstruktur dan berbasis teknologi digital dapat mencegah diabetes melitus pada remaja. Intervensi pencegahan terkait diabetes melitus perlu diintensifkan karena saat ini prevalensi DMT2 masih tinggi dan membutuhkan penanganan secara komprehensif sejak dini.