Agus Hendra
Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKep) PPNI Jawa Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Teknik Distraksi Visual Menonton Film Kartun terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah selama Prosedur Sirkumsisi di Klinik Khitan Agus Hendra; Shabira Hani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1098

Abstract

Kecemasan merupakan respons emosional yang umum terjadi pada anak usia prasekolah saat menjalani prosedur medis invasif seperti sirkumsisi, yang dapat menyebabkan perilaku tidak kooperatif dan meningkatkan persepsi nyeri. Teknik distraksi visual menonton film kartun merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi menurunkan kecemasan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik distraksi visual menonton film kartun terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah (4–6 tahun) saat prosedur sirkumsisi di Klinik Paramedika Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen pre-test and post-test control group design. Sampel terdiri dari 90 anak yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n = 45) dan kelompok kontrol (n = 45) menggunakan teknik accidental sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank dan uji Mann–Whitney U. Rata-rata skor kecemasan kelompok intervensi menurun dari 16,54 menjadi 11,77 setelah diberikan teknik distraksi visual, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami penurunan dari 15,96 menjadi 14,80. Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan kecemasan yang signifikan pada kelompok intervensi (p < 0,001), dan uji Mann–Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Teknik distraksi visual menonton film kartun terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama prosedur sirkumsisi.