Hafidz Ma'ruf
Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Perilaku Caring Perawat IGD dengan Kepuasan Pasien IGD Hafidz Ma'ruf
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1104

Abstract

Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan bagian dari rumah sakit yang paling menantang berkaitan dengan peningkatan kualitas caring. Perilaku caring perawat sangat penting untuk memenuhi kepuasan pasien. Namun, penerapan perilaku caring oleh perawat IGD kepada pasien masih rendah. Penelitian ini dilakukan di ruang IGD Rumah Sakit Tugu Ibu, Depok dengan tujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku caring perawat IGD dengan kepuasan pasien. Sebanyak 31 pasien IGD dilibatkan dalam penelitian ini melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengkaji perilaku caring perawat menggunakan Gadar Caring Scale pada domain perilaku sedangkan untuk mengevaluasi kepuasan pasien menggunakan kuesioner kepuasan pelayanan. Kedua isntrumen telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan hasil valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian didapatkan 54,8% pasien adalah laki-laki dengan mayoritas usia pasien adalah 25-45 tahun (58,1%). Perilaku caring perawat mayoritas baik yaitu sebanyak 26 responden (84%) dan paling sedikut kategori kurang 1 (3%). Sebanyak 25 responden (81%) mengatakan sangat puas dan paling sedikit kurang puas sebanyak 2 responden (6%). Hasil analisis bivariate menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat IGD dengan kepuasan pasien (p<0,001). Tingkat kekuatan hubungan didapatkan hasil yang positif dan kuat (r=0,63). Perilaku caring perawat harus dioptimalkan untuk meningkatkan kepuasan pasien.
Intervensi Keperawatan untuk Mengurangi Distress pada Pasien Post Stroke: A Sistematic Review Hafidz Ma'ruf
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1734

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas di dunia, yang tidak hanya menimbulkan gangguan fisik tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis pasien, seperti stres, depresi, dan kecemasan. Dampak psikologis ini dapat menghambat proses rehabilitasi dan menurunkan kualitas hidup, namun perhatian terhadap aspek psikososial pasien pasca stroke masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau intervensi keperawatan yang efektif dalam mengurangi distress pada pasien post stroke melalui tinjauan literatur sistematis. Pencarian dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, dan Scopus menggunakan kata kunci “post stroke”, “nursing intervention”, “intervention”, “distress”, dan “stress”, dibatasi pada publikasi 2021–2025. Artikel yang disertakan memiliki desain penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) dan quasi-experimental, dianalisis menggunakan pendekatan PICOS, mencakup populasi pasien stroke, intervensi keperawatan, kelompok pembanding, dan outcome distress psikologis. Proses seleksi artikel disajikan menggunakan bagan alir PRISMA, dan kualitas metodologis dievaluasi melalui instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Sebanyak 515 artikel diperoleh pada tahap identifikasi awal. Setelah melalui proses penyaringan dan seleksi sesuai kriteria yang ditetapkan, sembilan artikel memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Temuan didapatkan berbagai intervensi keperawatan, termasuk Acceptance and Commitment Therapy (ACT), nurse-led peer support berbasis telehealth, Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) dikombinasikan rTMS, terapi relaksasi Benson, spiritual care, holistic care, Quantum Touch Therapy, intervensi berbasis stress system theory, serta model clinical pathway keperawatan. Secara keseluruhan, intervensi ini terbukti menurunkan tingkat stres dan depresi, dengan ACT, peer support, dan MBSR menunjukkan konsistensi hasil paling tinggi.