Perawatan kulit merupakan aspek penting dalam kesehatan dan penampilan, terutama di tengah meningkatnya paparan lingkungan ekstrem. Tren global saat ini mengarah pada penggunaan bahan alami yang dinilai lebih aman dan memiliki risiko efek samping lebih rendah dibandingkan bahan kimia sintetis. Salah satu bahan alami yang telah dimanfaatkan secara luas adalah lidah buaya (Aloe vera), karena kandungan zat aktifnya yang beragam. Tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran lidah buaya dalam perawatan kulit, dengan fokus utama pada mekanisme kerjanya sebagai pelembab kulit dan sebagai agen penyembuh luka ringan. Penelitian ini menggunakan metode Tinjauan Literatur Sistematis yang bersumber dari basis data Google Scholar dan PubMed. Literatur yang digunakan dibatasi pada rentang publikasi tahun 2015 hingga 2025, dengan kata kunci: Pelembab kulit, luka bakar, dan lidah buaya. Proses seleksi literatur dilakukan berdasarkan panduan metodologi PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses). Proses tersebut menghasilkan total 200 literatur yang kemudian disaring ketat sehingga hanya 15 literatur yang digunakan untuk tinjauan ini. Lidah buaya ditemukan efektif sebagai pelembab kuat berkat kandungan air dan polisakarida yang tinggi, yang signifikan dalam meningkatkan hidrasi kulit. Selain itu, gelnya mengandung saponin yang bertindak sebagai agen antibakteri dan merangsang aktivitas TGF-B pada fibroblast, yang mempercepat proliferasi sel dan regenerasi jaringan, menjadikannya agen penyembuh luka yang potensial. Berdasarkan tinjauan literatur, lidah buaya memiliki khasiat ganda sebagai pelembab alami dan penyembuh luka ringan melalui mekanisme regeneratif dan antibakteri. Meskipun efektivitasnya telah diakui, inovasi formulasi farmasetik (seperti krim) diperlukan untuk mengoptimalkan pemakaiannya dan mengatasi kendala aplikasi langsung.