Niken Anggraini Sri Saputri
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Self Efficacy dan Keterampilan Mahasiswa dalam Skrining Risiko Kegawatan Anestesi pada Fase Pra-Anestesi Niken Anggraini Sri Saputri; Ellyda Septiani Pramita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1196

Abstract

Skrining risiko kegawatan anestesi pada fase pra-anestesi merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan pasien dan mencegah komplikasi perioperatif. Mahasiswa keperawatan anestesiologi sebagai calon tenaga kesehatan dituntut memiliki keterampilan klinik yang memadai dalam melakukan skrining tersebut. Self-efficacy sebagai faktor psikologis diduga berperan dalam mendukung keterampilan praktik klinik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat self-efficacy dengan keterampilan mahasiswa dalam melakukan skrining risiko kegawatan anestesi pada fase pra-anestesi. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 mahasiswa keperawatan anestesiologi yang sedang menjalani praktik klinik pra-anestesi, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data self-efficacy dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terbukti valid dan reliabel secara internasional dengan nilai Cronbach’s alpha >0,80, sedangkan keterampilan mahasiswa dinilai menggunakan checklist observasi. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat self-efficacy dan keterampilan skrining risiko kegawatan anestesi dalam kategori tinggi. Namun, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat self-efficacy dan keterampilan mahasiswa (r = -0,143; p = 0,276).  Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan skrining risiko kegawatan anestesi pada fase pra-anestesi. Pengembangan kompetensi mahasiswa perlu didukung oleh latihan praktik berulang, supervisi klinik yang intensif, serta evaluasi keterampilan secara berkelanjutan.