Rahma Febria Tri Utami
Universitas Harapan Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Ny. D dengan Stroke Iskemik Fokal Rahma Febria Tri Utami; Adiratna Sekar Siwi; Indri Heri Susanti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1662

Abstract

Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan global yang memberikan kontribusi besar terhadap angka kematian dan kecacatan jangka panjang. Stroke iskemik terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke jaringan otak karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah sehingga suplai oksigen dan nutrisi tidak terpenuhi secara optimal. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan neurologis seperti penurunan kekuatan otot, kelumpuhan, serta keterbatasan mobilitas. Dampak tersebut tidak hanya memengaruhi fungsi fisik pasien, tetapi juga menghambat kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien stroke iskemik dengan masalah gangguan mobilitas fisik berdasarkan Standar Diagnosis, Intervensi, dan Luaran Keperawatan Indonesia (SDKI, SIKI, dan SLKI). Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta telaah rekam medis. Subjek penelitian adalah seorang pasien perempuan (Ny. D) dengan diagnosis medis stroke iskemik fokal yang menjalani perawatan di Iryou Houjin Aiwakai (Ikeda En), Jepang. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil pengkajian, intervensi, dan evaluasi keperawatan dengan teori dan standar keperawatan yang berlaku. Hasil pengkajian menunjukkan adanya kelemahan pada ekstremitas kanan, penurunan kekuatan otot, serta keterbatasan rentang gerak sendi. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa latihan Range of Motion (ROM) aktif dan pasif secara teratur untuk meningkatkan kekuatan otot serta mempertahankan fleksibilitas sendi. Evaluasi menunjukkan bahwa setelah tiga hari pelaksanaan latihan ROM, terjadi peningkatan kemampuan mobilisasi, perbaikan rentang gerak, serta meningkatnya kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, latihan Range of Motion (ROM) yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan mobilitas fisik pasien stroke iskemik serta mendukung proses rehabilitasi melalui peran aktif perawat dalam pemberian asuhan keperawatan yang berkelanjutan.