Supresi viral load merupakan indikator utama keberhasilan terapi antiretroviral (ARV) pada pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tingkat virus yang tidak terdeteksi (undetectable) mencerminkan keberhasilan pengobatan yang sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur dan berkelanjutan. Evaluasi supresi viral load penting dilakukan sebagai gambaran kepatuhan pengobatan serta kualitas pelayanan HIV di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan supresi viral load sebagai indikator kepatuhan pengobatan pada pasien HIV di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Haulussy. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi retrospektif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 276 pasien HIV yang memiliki data pemeriksaan viral load dan menjalani terapi ARV di poli rawat jalan. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi status supresi viral load. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 276 pasien HIV yang menjalani terapi ARV, sebanyak 165 orang (56,78%) memiliki hasil viral load tidak terdeteksi (tersupresi), sedangkan 111 orang (43,22%) masih menunjukkan viral load terdeteksi. Temuan ini memberikan gambaran bahwa lebih dari separuh pasien telah mencapai supresi virus sebagai indikator kepatuhan pengobatan yang baik. Sebagian besar pasien HIV telah mencapai supresi viral load yang mencerminkan kepatuhan dalam menjalani terapi ARV. Namun, masih terdapat proporsi pasien dengan viral load terdeteksi yang memerlukan perhatian dan penguatan edukasi serta pemantauan kepatuhan guna meningkatkan keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien.