Aurizya Luviva Desya Putri Lieni Sulistiyono
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Relaksasi Otot Progresif dan Dzikir terhadap Penurunan Intensitas Mual dan Muntah pada Pasien yang Menjalani Kemoterapi Kanker Kolorektal: Studi Kasus Aurizya Luviva Desya Putri Lieni Sulistiyono; Yanuar Primanda
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1891

Abstract

Kanker kolorektal merupakan tantangan kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat. Prevalensi Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) atau mual dan muntah akibat kemoterapi pada pasien kanker kolon yang menjalani kemoterapi mencapai 30-40% meskipun telah mendapatkan terapi farmakologis. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis efektivitas kombinasi relaksasi otot progresif dan dzikir dalam menurunkan intensitas CINV. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi kasus pada tiga pasien kanker kolorektal yang menjalani kemoterapi di rumah sakit. Instrumen pengukuran menggunakan kuesioner RINVR yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20-25 menit per sesi sebagai tambahan terapi standar yang diterima pasien. Analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan deskriptif komparatif guna mengevaluasi signifikansi klinis intervensi melalui tahapan tabulasi data dan analisis tren secara longitudinal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor total RINVR secara konsisten pada seluruh pasien, di mana kondisi mual muntah yang awalnya berada pada kategori sedang hingga berat menurun secara bertahap menjadi kategori ringan pada hari ketiga. Sinergi antara stimulasi sensorik dari otot ke otak dari relaksasi otot progresif dan koping religius melalui dzikir berpotensi dalam merangsang sistem saraf parasimpatis dan memberikan ketenangan jiwa sehingga dapat digunakan sebagai terapi komplementer pada pasien kanker kolorektal.