Mariyatul Qiftiyah
Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kompres Dingin Terhadap Intensitas Nyeri Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Puskesmas Dradah Mariyatul Qiftiyah; Armi Sulistyowati
Optimal Midwife Journal Volume 3, No 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah salah satu Negara yang masih belum bisa lepas dari angka kematian ibu (AKI) yang tinggi. Banyak faktor penyebab kematian ibu diantaranya adalah infeksi. Luka perineum harus ditangani dengan baik, jika tidak dapat menimbulkan masalah baru seperti infeksi dan nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap intensitas nyeri luka perineum pada ibu pascapersalinan. . Salah satu cara nonfarmakologi yang paling sederhana yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri luka perineum adalah kompres dingin. Desain Penelitian ini adalah Pre-Experimental dengan Desain One Group Pretest-Posttest  dengan populasi 27 ibu nifas yang dipilih dengan Simple Random Sampling didapatkan 16 ibu nifas. Variabel independen adalah kompres dingin dan dependen adalah intensitas nyeri luka perineum yang diukur dengan pengumpulan dan data lembar observasi menggunakan analisa univariat dan bivariat (uji wilcoxon). Hasil penelitian sebelum diberikan kompres dingin sebagian tingkat nyeri yang dialami oleh ibu nifas dengan nyeri sedang yaitu  9 responden (56,25%), setelah diberikan kompres dingin tingkat nyeri berkurang menjadi nyeri ringan yaitu 10 responden (62,5 %). Setelah dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed ranks test didapatkan nilai Z= -3,755 ρ= 0,000 (<0,05) yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima yaitu ada pengaruh kompres dingin terhadap intensitas nyeri luka perineum. disimpulkan bahwa pemberian kompres dingin merupakan metode non farmakologi yang dapat mengurangi nyeri perineum karena menimbulkan efek analgetik dengan memperlambat kecepatan hantaran saraf sehingga impuls nyeri yang mencapai otak lebih sedikit