Rita Zulinda
Universitas Prima Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pijat Akupresur pada Titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Baduta Rita Zulinda; Elvina Sari Sinaga; Intan Triana Siahaan; Yulia Yulia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2167

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan baduta merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan anak. Masa baduta (0–23 bulan) merupakan periode kritis yang menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa mendatang. Namun, masih ditemukan masalah pertumbuhan dan perkembangan pada baduta seperti berat badan tidak sesuai usia, gangguan perkembangan motorik, bahasa, maupun sosial yang dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi, asupan nutrisi, dan perawatan kesehatan anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah stimulasi terapi komplementer seperti pijat akupresur. Pijat akupresur pada titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dapat meningkatkan metabolisme, memperbaiki fungsi pencernaan, serta meningkatkan nafsu makan anak sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan baduta. Penelitian ini penting dilakukan sebagai upaya menyediakan bukti ilmiah mengenai manfaat pijat akupresur sebagai terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mendukung optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan baduta. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pijat akupresur pada titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dengan pertumbuhan dan perkembangan baduta di Klinik Bidan Sri Rezeki Kota Lhokseumawe Tahun 2025. Menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh baduta usia 0–23 bulan yang mendapatkan pijat akupresur dengan jumlah sampel 36 baduta menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar checklist, pengukuran berat badan dan panjang badan berdasarkan standar WHO, serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar baduta mendapatkan pijat akupresur secara teratur sebanyak 22 orang (61,1%), memiliki pertumbuhan normal sebanyak 25 orang (69,4%), dan perkembangan sesuai sebanyak 24 orang (66,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pijat akupresur dengan pertumbuhan baduta (p-value = 0,006) serta perkembangan baduta (p-value = 0,018). Kesimpulan terdapat hubungan antara pijat akupresur pada titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dengan pertumbuhan dan perkembangan baduta.