Puskesmas dapat diakses oleh seluruh golongan masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Tetapi cakupan pelayanan puskesmas untuk disabilitas masih sedikit, salah satu penyebabnya yaitu sikap dari tenaga kesehatan. Diskriminasi terhadap difabel dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diterima oleh penyandang disabilitas. Perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan yang sering berinteraksi dengan pasien perlu memiliki sikap positif terhadap penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap perawat puskesmas kota Bandung terhadap penyandang disabilitas. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian cross sectional dengan variabel sikap perawat terhadap penyandang disabilitas. Variabel diukur menggunakan instrument Attitude toward Disabled Persons dengan alpha croanbach 0,87. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Selama 3 minggu pengumpulan data didapatkan 101 perawat puskesmas kota Bandung kemuadian data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (95%) perawat puskesmas kota Bandung memiliki sikap positif terhadap penyandang disabilitas. Meskipun begitu masih terdapat 5% perawat yang memiliki sikap negatif terhadap penyandang disabilitas yang dapat disebabkan karena adanya persepsi atau stigma negatif terhadap penyandang disabilitas. Perawat puskesmas kota Bandung sebagian besar memiliki sikap positif terhadap penyandang disabilitas namun masih ada beberapa perawat yang memiliki sikap negatif terhadap penyandang disabilitas.