Bayu Seto Rindi Atmojo
STIKES Pemkab Purworejo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship between Nurses' Knowledge Level and Their Ability to Use Restrain in Patients with Violent Behavior Bayu Seto Rindi Atmojo; Eko Riyanti; Ahmad Muzaki; Jayanti Indah Laila; Citra Ajeng Noorma Pratama
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.1175

Abstract

Restraints applied to patients in mental hospitals also have negative impacts, the impact of restraints can occur on the patient themselves and the nurses who carry out this action. Therefore, in addition to knowledge, the ability of nurses to manage crisis situations is also very important. To determine the relationship between nurses' knowledge level and the use of restraints on patients with violent behavior at Prof. Dr. Soerojo Mental Hospital, Magelang. This study used an observational analytical approach using a cross-sectional approach. Sampling was conducted using a total sampling technique with a purposive sampling approach, involving 40 nurses. Data collection in this study used a questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test. The The majority of respondents were aged 27-30 years (15 respondents) (37.5%), male (30 respondents) (75.0%), and 23 respondents (57.5%) had worked for 2-3 years. Most respondents had good knowledge (27 respondents) (67.5%). Most respondents used restraints moderately (26 respondents) (65.0%). Most respondents used restraints well (11 respondents) aged 17-25 years (27.5%). Most respondents used restraints well (13 respondents) (32.5%). There is a relationship between the level of nurses' knowledge and the use of restraint in patients with violent behavior at Prof. Dr. Soerojo Mental Hospital, Magelang.
Terapi Menghardik untuk Atasi Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Bayu Seto Rindi Atmojo; Wahyu Widodo; Eko Riyanti; Niken Dian Safitri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2565

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu masalah utama pada klien dengan skizofrenia yang ditandai dengan adanya persepsi sensorik tanpa stimulus eksternal. Apabila tidak ditangani secara tepat, halusinasi dapat mengganggu kemampuan klien dalam beraktivitas, berinteraksi, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan berisiko mendorong perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat digunakan untuk membantu klien mengontrol halusinasi adalah teknik menghardik, yaitu kemampuan klien menolak atau mengontrol stimulus halusinasi secara tegas. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi menghardik dalam asuhan keperawatan pada klien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi di RSUD Prembun. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien yang mengalami gangguan persepsi sensori: halusinasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama pelaksanaan asuhan keperawatan. Intervensi utama yang diberikan adalah latihan teknik menghardik sebagai strategi pengendalian halusinasi. Penerapan terapi menghardik menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kedua klien dalam mengontrol halusinasi. Klien Tn. H mampu mengontrol halusinasi dengan menerapkan teknik menghardik dan minum obat secara tepat, sedangkan Tn. F mampu mengontrol halusinasi dengan menggunakan teknik menghardik. Terapi menghardik dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk membantu klien skizofrenia meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi. Penerapan teknik ini perlu dilakukan secara terstruktur dan berulang serta dapat dikombinasikan dengan intervensi lain, termasuk kepatuhan minum obat dan strategi pengendalian halusinasi lainnya.