Penelitian ini menganalisis kemampuan literasi digital dan berpikir kritis mahasiswa sebagai manifestasi pendidikan berkualitas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kemampuan literasi digital mencakup kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif melalui teknologi digital, sementara berpikir kritis melibatkan analisis, penilaian, dan refleksi atas informasi yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan sampel mahasiswa di Institut Daarul Qur’an Jakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kedua kemampuan tersebut dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital mahasiswa berada pada kategori sedang, sementara kemampuan berpikir kritis sebagian besar masih perlu ditingkatkan. Selain itu, terdapat hubungan positif yang signifikan antara literasi digital dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dengan kualitas pendidikan yang mereka terima. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi literasi digital dan berpikir kritis dalam kurikulum pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan (Quality Education), yang merupakan tujuan keempat dari SDGs. Implikasi penelitian ini menyoroti perlunya peningkatan program pelatihan dan sumber daya pendidikan yang mendukung pengembangan kedua kemampuan ini guna menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.