Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERIAN TERAPI INHALASI LAVENDER UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI NY.E PASCA OPERASI Ca MAMMAE DI RUANG DAHLIA RSUD ARIFIN ACHMAD TAHUN 2025 Devina Yuristin; Yudia Sari Yudia; Yenny Safitri; Riani
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): Volume 1 Nomor 3, November 2025
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v1i3.403

Abstract

Pasien yang berada pada periode post operasi akan merasakan nyeri ataupun tidak nyaman,nyeri post operasi terjadi karena adanya proses inflamasi yang dapat merangsang reseptor nyeri sehingga dapat melepaskan zat kimia berupa histamin,bradikimin,prostaglandin yang dapat menimbulkan nyeri post operasi.Tujuan karya ilmiah ini untuk Pemberian Terapi Inhalasi Lavender Untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Ny. E Pasca Operasi CA Mammae Di ruang Dahlia RSUD Arifin Achmad Tahun 2025. Pada saat pengkajian mengeluhkan nyeri pada bagian payudara kiri dan kanan terasa seperti ditususk-tusuk, nyeri terasa hilang timbul ,saat ini pasien mengatakan badan terasa lemas. Hasil pemeriksaan TTV didapatkan 104/67 mmHg, Nadi: 58x/menit, RR: 20x/menit, Suhu: 36,5ºC. TB: 156 cm. BB: 50 kg. Setelah operasi pasien mengatkan nyeri yaitu P : nyeri disebabkan karena adanya luka pada payudara kiri dan kanan, Q: nyeri seperti tertusuk - tusuk, R: Pasien mengatakan nyeri pada payudara post operasi, S: skala nyeri 8 sebelum dilakukan tindakan, T: nyeri hilang timbul. Implementasi yang di lakukan peneliti pada masalah Ny.E adalah Pemberian Terapi Inhalasi Lavender. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan adanya penurunan skala nyeri, setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 hari didapatkan penurunan skala nyeri dari skala nyeri 8 ( skala nyeri berat) ke skala nyeri 3 ( skala nyeri ringan). Di harapkan bagi Ny.E untuk menerapkan Terapi Inhalasi Lavender jika terjadi nyeri.
ASUHAN KEPERWATAN PADA Ny. D DENGAN CKD (Chronic Kidney Disese) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANGAN PEJUANG RSUD BANGKINANG TAHUN 2025 Tetti; Riani
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): Volume 1 Nomor 3, November 2025
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/(juski).v1i3.407

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a major health problem characterized by a progressive decline in kidney function lasting more than three months. Based on data from 2024 and 2025, CKD ranked 10th among the ten most prevalent diseases at RSUD Bangkinang. The causes of CKD are varied, including diabetes mellitus, hypertension, infections, urinary tract obstructions, immune disorders, and congenital diseases that lead to decreased GFR. This study aims to implement nursing care for CKD patients undergoing hemodialysis at RSUD Bangkinang, specifically for Mrs. D, who was treated in the Pejuang ward. Data collection methods included direct observation, interviews with patients and families, and medical record documentation review. The nursing care process was carried out through five stages: assessment, establishing nursing diagnoses, planning interventions, implementing nursing actions, and evaluating outcomes. The researcher identified four main nursing problems: Ineffective Breathing Pattern, Hypervolemia, Acute Pain, and Impaired Skin/Tissue Integrity. Nursing interventions were implemented according to the care plan, including airway management, fluid management, pain management, and skin integrity care. The conclusion of this case study indicates that nursing care for CKD patients undergoing hemodialysis requires a holistic, collaborative, and continuous approach to improve patients’ quality of life.