Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis HOTS dan Moderasi Beragama Surdi Pabbe; Akhyarur Rijal
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 12 (2026): January
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18194754

Abstract

Higher-Order Thinking Skills (HOTS) and Religious Moderation are efforts to improve the quality of the learning process and outcomes of students in the digital era. This approach emphasizes the importance of higher-order thinking abilities—including analysis, evaluation, and creation—as well as the development of a balanced and tolerant religious attitude. Through a literature review, this study examines various academic references related to the implementation of HOTS and Religious Moderation in Islamic Religious Education (PAI), including supportive learning models, challenges encountered, and strategies to address them. The results indicate that integrating HOTS and Religious Moderation can create more contextual, critical, and meaningful PAI learning. Students not only understand Islamic teachings theoretically but are also able to analyze religious phenomena deeply and apply them in daily life with a moderate attitude. Furthermore, this innovative learning approach is considered effective in fostering a generation that is critical of information, tolerant of differences, and capable of maintaining social harmony. Overall, the application of PAI learning based on HOTS and Religious Moderation makes a significant contribution to developing students’ intellectual, moral, and social intelligence. This learning model is not only relevant in the context of Islamic education but also strategic for building a peaceful, inclusive, and principled national character in line with the concept of rahmatan lil ‘alamin.
Transformasi Kondisi Belajar Dan Pembelajaran Abad Ke-21: Dari Tantangan Ke Inovasi Pendidik Masa Depan Ahmad Izzul Haq; Munadira Munadira; Akhyarur Rijal; Saprin Saprin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13219

Abstract

Abad ke-21 menandai perubahan besar dalam paradigma pendidikan yang menuntut transformasi cara belajar dan mengajar. Perkembangan teknologi digital, globalisasi, serta perubahan karakteristik peserta didik mengharuskan guru beradaptasi dengan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kompetensi. Artikel ini membahas dinamika perubahan paradigma pendidikan abad ke-21, tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran inovatif, serta arah dan strategi transformasi yang dapat dilakukan oleh pendidik masa depan. Metode kajian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan meninjau berbagai literatur dan kondisi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun teknologi telah membuka peluang besar bagi modernisasi pendidikan, banyak guru masih kesulitan mengintegrasikan pendekatan berbasis proyek, literasi digital, dan pembelajaran reflektif. Diperlukan transformasi paradigma yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif, penguatan kompetensi pedagogik guru, serta dukungan sistemik sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar adaptif, inovatif, dan berkelanjutan sesuai tuntutan abad ke-21.