Laetitia Sugestian
Universitas Sanata Dharma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Paradoks Individualitas: Penjelajahan Dekonstruksi Nilai Komunal dan Individual dalam Cerpen Jakarta Karya Totilawati Tjitrawasita Laetitia Sugestian; Yoseph Yapi Taum
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.7872

Abstract

This study aims to explore alternative interpretations of the short story Jakarta to demonstrate that such interpretation is not absolute. The data for this study is collected through library research. This study employs an eclectic approach by combining objective and discursive methods. Teeuw's semiotic theory is used for objective analysis, while Derrida's deconstruction theory is applied for discursive analysis. In the process data analyzation, the researcher anaylized the short story's elements using Teeuw's semiotic theory, identified the ideology embodied in the story, carried out decentering with Derrida's deconstruction theory, and identified as well as developed novel ideas that arose from the decentering process. The findings of this study reveal that the interpretation of the short story Jakarta is not absolute. The analysis using Teeuw's theory reveals that the story foregrounds the importance of family as a community, in which personal interests are considered secondary. However, the application of Derrida's deconstruction theory uncovers a new idea within the story, namely that each individual has the right to prioritize personal interests over non-urgent communal concerns. This idea is found through the characterization of Pak Pong's selfishness, as reflected in the conflict within the short story Jakarta. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penafsiran alternatif terhadap cerpen Jakarta untuk menunjukkan bahwa penafsiran terhadap cerpen ini tidak bersifat mutlak. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Dalam proses analisis, penelitian ini menggunakan pendekatan eklektik dengan menggabungkan metode objektif dan diskursif. Teori semiotika Teeuw digunakan untuk analisis objektif, sedangkan teori dekonstruksi Derrida diterapkan dalam analisis diskursif. Dalam melakukan analisis, peneliti menganalisis struktur cerpen dengan teori semiotika Teeuw, mengidentifikasi ideologi yang terkandung dalam cerpen, melakukan decentering dengan teori dekonstruksi Derrida, dan mengidentifikasikan serta merumuskan gagasan baru yang muncul dari proses decentering. Penelitian ini menemukan bahwa penafsiran terhadap cerpen Jakarta tidaklah mutlak. Analisis dengan teori Teeuw menunjukkan bahwa cerpen ini mengedepankan pentingnya keluarga sebagai sebuah komunitas, dengan kata lain kepentingan pribadi ditempatkan sebagai urusan sekunder. Namun, penerapan teori dekonstruksi Derrida berhasil mengungkap sebuah gagasan baru dalam cerpen ini, yaitu bahwa setiap individu memiliki hak untuk mengutamakan kepentingan pribadinya dan menomorduakan urusan komunal yang tidak mendesak. Gagasan ini ditemukan melalui karakter keegoisan Pak Pong yang tercermin dalam konflik cerpen Jakarta.