Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketika Hidup dan Kerja Seimbang Sebagai Kunci Optimalisasi Kinerja Karyawan di PT. X Putri Cahya Rahma Dewi; Netty Dyan Prastika; Nanik Handayani; Frida Zakiyya Harasuna
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5086

Abstract

Work-life balance has become an important issue in human resource management as it relates to employees’ ability to balance work demands and personal life. An imbalance between these roles may lead to stress, role conflict, and decreased work performance. Therefore, this study aimed to examine the relationship between work-life balance and employee performance at PT X, a nationally scaled fertilizer industry company. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of all employees of PT X, with a sample of 131 employees selected using probability sampling through simple random sampling. Data were collected using Likert-scale instruments, including an employee performance scale and a work-life balance scale. The employee performance scale showed a reliability coefficient of 0.925, while the work-life balance scale demonstrated a reliability coefficient of 0.928. Data analysis was conducted using Pearson Product Moment correlation after fulfilling the assumptions of normality and linearity. The results indicated a positive and significant relationship between work-life balance and employee performance (r = 0.534; p < 0.05). This finding suggests that employees with higher levels of work-life balance tend to demonstrate better performance. A balance in time, involvement, and satisfaction between work and personal life contributes to emotional stability, improved focus, and more productive work behaviors. In conclusion, work-life balance is a crucial psychological factor that supports employee performance improvement. Therefore, organizations are encouraged to implement work policies that promote work-life balance, such as flexible work arrangements and employee well-being programs, to achieve sustainable performance enhancement.
Hubungan Antara Growth Mindset dengan Grit Akademik pada Siswa SMA Negeri 1 Muara Badak: Penelitian Ulfa Damayanti; Nanik Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5321

Abstract

Grit akademik menjadi salah satu aspek yang berperan dalam keberhasilan belajar siswa karena mencerminkan kemampuan untuk tetap konsisten terhadap minat dan kegigihan dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik. Namun, masih banyak siswa yang mudah menyerah atau putus asa, cenderung menghindari mata pelajaran yang dianggap sulit, dan kurang mampu mengatasi hambatan dalam proses belajar. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah growth mindset. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara growth mindset dengan grit akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan jumlah sampel 250 siswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala grit akademik dan skala growth mindset. Analisis data menggunakan teknik Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat antara growth mindset dan grit akademik siswa SMA Negeri 1 Muara Badak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi growth mindset siswa, maka grit akademik siswa juga akan meningkat. Hasil ini menunjukkan bahwa pentingnya pola pikir yang berkembang dalam mendukung proses belajar siswa serta dapat menjadi acuan bagi sekolah dan pihak terkait dalam merancang program pengembangan diri yang mendorong ketekunan dan kegigihan akademik.