Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Minat Baca Anak melalui Penguatan Pojok Literasi di Panti Asuhan Sharon Ministry Rudiani Ng; Yuddy Giovanna Priscilla; Azizatul Maliha; Stephen Huang; Oktarina Kendedes; Bryan Wijadi; Siti Nabila Huriyah Aliandra; Isaura Oktaviani Putri; Reva Christina; Jessica Joli; Victor Iestyn Ang; Nicolas Finneysim
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v7i01.11181

Abstract

Anak-anak panti asuhan selalu menghadapi masalah yang terbatas dalam akses sumber daya literasi sehingga berdampak langsung terhadap penurunan minat baca dan keterampilan dalam berkomunikasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) telah dilaksanakan di Panti Asuhan Sharon Ministry, Batam, dengan tujuan untuk meningkatkan budaya literasi melalui penyediaan sarana pojok literasi dan latihan membaca yang interaktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi akhir. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator aktif dan mendampingi anak-anak panti asuhan saat kegiatan membaca, berdiskusi, dan latihan menceritakan kembali isi bacaan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme anak-anak terhadap kegiatan membaca dan keberanian dalam menyampaikan pendapat secara lisan. Selain itu, sarana pojok literasi yang diberikan dapat mendorong kebiasaan membaca secara mandiri. Kegiatan ini dinyatakan efektif karena telah menggabungkan unsur edukatif dan hiburan, serta mampu menyesuaikan kondisi dan kebutuhan anak-anak panti asuhan. Kendala utama yang dihadapi ialah keterbatasan waktu pelaksanaan dan jumlah koleksi buku yang perlu ditambah. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah pentingnya kolaborasi antara komunitas literasi dan institusi pendidikan untuk memastikan keberlanjutan dari program literasi bersama dan memperluas dampak terhadap masyarakat. Pojok literasi serupa juga sangat berpotensi untuk direplikasi di panti asuhan lainnya dengan penyesuaian konteks lokal.
Public Awareness in Managing Household Waste in Bagan Tanjung Piayu Village, Batam City Nouval Fadillah Akbar; Azizatul Maliha; Sonio Gading Paruwa; Marcel Marcel; Stivani Ayuning Suwarlan; Lathifah Nursyamsyu
Conference on Business, Social Sciences and Technology (CoNeScINTech) Vol. 6 No. 1 (2026): Conference on Business, Social Sciences and Technology (CoNeScINTech) - Article
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/conescintech.v6i1.12807

Abstract

Household waste production in the coastal settlement of Kampung Bagan, Batam City, continues to increase. This problem is exacerbated by limited waste disposal facilities after the previous landfill (TPS) was closed due to being located on private land. As a result, residents struggle to dispose of their waste, leading to the practice of dumping it into coastal waters. This study aims to identify community awareness and perceptions and to understand the factors influencing waste management in Kampung Bagan, Tanjung Piayu, Batam City. The study used a qualitative descriptive method, with data collection techniques including field observations, visual documentation, and interviews with local residents. The data were analyzed descriptively to ovation an overview of waste management conditions and community behavior. The results show that public awareness of waste management remains low, as evidenced by the habit of dumping waste into the sea. This condition is influenced by limited facilities, remote access to the TPS, minimal waste collection, and habitual factors. In addition to residents' domestic activities, coastal waste also originates from ocean currents and surrounding waterways. In conclusion, the waste problem in Kampung Bagan is influenced by behavioral factors and limited supporting facilities. Therefore, it is necessary to increase public awareness, provide adequate facilities, and get government support in sustainable waste management to create a clean and healthy coastal environment.