Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pelayanan Sosial sebagai Metode Pendukung dalam Pembinaan Karakter Anak di Panti Asuhan Yatim Al-Jufri Natanael Alfa Rishando Purba; Qania Qania; Yuaniati Kristiani Helena Dede; Henny. R; Annisha Habibah Mardiana; Aysha Khalila Ratu Cantika; Ibra Aditya Pangestu; Jhonny Jhonny; Luis Bremana Ginting; Nita Beliana; Selie Emeline; Siti Fatimah Azzahra; Naytu Queentan; Amara Putri Nabila; Saskia Cleony Wijaya; Nabila L Karim; Selvi Septiani; Andhika Youngki Pratama; Detra Prima Hendri
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v7i01.11191

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Panti Asuhan Istana Yatim Al-Jufri bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnva membangun serta mendidik karakter anak sejak dini. Kurangnya perhatian khusus terkait pembinaan karakteristik serta kepribadian anak merupakan hal yang krusial, namun sering dianggap remeh. Kegiatan PkM ini melibatkan 22 mahasiswa dengan 1 co-fasilitator. Sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif serta observasi yang ditujukan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Istana Yatim Al-jufri beserta para pengurusnya. Dengan dilakukannya pendekatan secara edukatif namun juga interaktif, anak-anak jadi mudah meresapi materi edukasi dengan cara yang menyenangkan. Dari hasil observasi serta evaluasi yang ditampilkan oada diagram, sebagian besar anak memahami materi dengan baik merasa puas dengan kepuasannva dan menganggap materi tersebut relevan dengan kehidupan sehari hari mereka. Melalui kegiayan ini, diharapkan dapat membawa dampak posrif dalam jangka panjang terhadan pembentukan karakter anak-anak yang tinggal di panti asuhan serta menjadi referensi bagi pengurus untuk membuat program pendidikan yang lebih menyenangkan dan efektif.
The Impact of Industrialization on Changes in Spatial Structure and Access to Livelihoods in Teluk Mata Ikan, Nongsa Qania Qania; Raden Indri Atike Belinda; Eka Ananda; Stivani Ayuning Suwarlan; Jeanny Laurens Pinassang
Conference on Business, Social Sciences and Technology (CoNeScINTech) Vol. 6 No. 1 (2026): Conference on Business, Social Sciences and Technology (CoNeScINTech) - Article
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/conescintech.v6i1.12794

Abstract

Industrialization in coastal settlements located in Kepulauan Riau triggers spatial transformation and physical barriers, yet its impact on micro-community livelihoods is often overlooked. The main issue addressed in this study is the emergence of physical barriers and micro-scale environmental degradation resulting from industrial expansion, which has led to spatial conflicts and the marginalization of local communities. Therefore, this study aims to analyze the impact of industrialization activities on changes in the physical spatial structure and its influence on the limited access to livelihoods for traditional communities in Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam. A qualitative approach using the case study method was applied in this study. Data were collected through field observations and semi-structured interviews with four informants representing various local professions. Data analysis utilized the interactive model of Miles and Huberman through the stages of condensation, data presentation, and drawing conclusions. The study results indicate a double-edged impact, positive impacts are felt by informal sector vendors and retailers, who gain daily revenue due to the arrival of industrial workers during specific hours. Conversely, severe negative impacts were experienced by fish farmers and small-scale farmers. Landfill activities without adequate drainage triggered sediment flows that damaged aquaculture ponds, while the installation of project fences created enclaves that restricted the community’s socio-economic mobility. The significance of this study lies in providing empirical evidence regarding the marginalization of traditional communities due to the spatial transformation in coastal areas that experience spatial conflicts between industrial zones and traditional settlements.