Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendampingan Siswa Melalui Pembuatan Sabun Yogurt Sebagai Media Pembelajaran Sains Terapan di Sekolah Cendekia BAZNAS Witri Winanda; Khoirul Anwar; Mona Fathia; Azizul Berlyansah; Ramadani Fitra
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v7i01.11549

Abstract

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains dan keterampilan praktikum siswa melalui pelatihan pembuatan sabun berbasis yogurt. Pelatihan dilakukan kepada siswa Sekolah Cendekia Baznas Bogor dengan pendekatan demonstrasi dan praktik langsung. Yogurt digunakan sebagai bahan utama karena selain mengandung probiotik juga terdapat asam laktat dan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Kegiatan dilakukan secara langsung bertempat dilaboratorium IPA Sekolah Cendekia BAZNAS dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep reaksi kimia (saponifikasi), pemanfaatan bahan alami, dan keterampilan dalam membuat produk sederhana yang aplikatif. Program ini dinilai efektif sebagai model edukasi sains terapan dan berpotensi dikembangkan sebagai pembelajaran berkelanjutan.
Pendampingan Pembuatan Kombucha sebagai Media Literasi Sains dan Proyek Kewirausahaan pada Siswa Sekolah Cendekia BAZNAS Witri Winanda; Mona Fathia; Khoirul Anwar; Azizul Berlyansah; Ramadani Fitra
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v7i01.11555

Abstract

Program pendampingan pembuatan kombucha dilaksanakan sebagai upaya penguatan literasi sains dan pengembangan keterampilan kewirausahaan siswa melalui kegiatan fermentasi pangan berbasis praktik. Kegiatan ini berlangsung pada 6 November 2024 dan diikuti oleh 20 siswa Ekskul Sains/KIR Sekolah Cendekia BAZNAS. Metode yang diterapkan mencakup demonstrasi dan praktik langsung, meliputi tahap persiapan larutan teh, inokulasi starter Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY), serta pemantauan fermentasi selamasepuluh hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan kombucha dengan karakteristik sensorik yang sesuai serta membentuk lapisan SCOBY baru yang layak digunakan sebagai kultur awal. Selain meningkatkan pemahaman mengenai proses biokonversi pada fermentasi, kegiatan ini memberikan landasan bagi pengembangan produk kombucha sebagai inisiatif kewirausahaan berbasis sekolah. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan kompetensi dasar bioteknologi pada siswa.
Pelatihan Pembuatan Sabun Ekstrak Daun Mangrove bagi Ibu Pokdarwis Bakau Serip Batam Khoirul Anwar; Witri Winanda; Mona Fathia; Azizul Berlyansah; Ramadani Fitra; Wardatul Aini
Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Juni)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/maslahat.v6i2.1427

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan ibu-ibu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam memanfaatkan sumber daya lokal berupa daun mangrove menjadi produk sabun bernilai guna dan ekonomis. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2025 di Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan workshop dengan pendekatan praktik langsung menggunakan teknik melt and pour. Bahan utama yang digunakan adalah ekstrak daun Rhizophora mucronata yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antibakteri dan antioksidan bagi kesehatan kulit. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan mangrove, proses pembuatan sabun, serta peluang pengembangan produk berbasis wisata ekologi. Program ini diharapkan dapat mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.
Microworld Explore: Edukasi Keanekaragaman Protozoa dan Alga Air Tawar pada Siswa SMA di Kota Batam Ramadani Fitra; Witri Winanda; Khoirul Anwar; Mona Fathia; Wardatul Aini
Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/se.v4i3.12143

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMA dalam mengenali keanekaragaman protozoa dan alga air tawar melalui pendekatan pembelajaran berbasis laboratorium (ngelab bareng). Metode yang digunakan adalah pelatihan yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik langsung (hands-on training), meliputi penyampaian materi, percontohan penggunaan mikroskop, pembuatan preparat, serta identifikasi mikroorganisme dari sampel air tawar lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan, serta respon peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konseptual dan keterampilan mikroskopis siswa. Peserta mampu mengoperasikan mikroskop, menyiapkan preparat, serta mengidentifikasi berbagai mikroorganisme, antara lain Eunotia arcus, Gomphonema sp., Cosmarium sp., Spirogyra sp., Navicula sp., serta protozoa seperti Philodina sp., Trinema enchelys, Euglypha rotunda, dan Arcella sp. Keberadaan organisme tersebut juga memberikan indikasi awal kondisi ekologis perairan yang diamati. Pendekatan pelatihan berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan literasi sains dan keterampilan proses siswa secara kontekstual. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan dengan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, serta integrasi praktikum berbasis lingkungan ke dalam pembelajaran biologi. Selain itu, pengembangan metode analisis yang lebih komprehensif diperlukan untuk meningkatkan akurasi identifikasi dan pemahaman keanekaragaman mikroorganisme.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Sosialisasi Pembuatan Minuman Instan Jahe untuk Kesehatan Keluarga Mona Fathia; Witri Winanda; Khoirul Anwar; Ramadani Fitra; Wardatul Aini; Ayrin Maharani; Chelsyanna Talenta Siahaan
Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/se.v4i3.12169

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan potensi lokal yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kesehatan keluarga sekaligus dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Salah satu tanaman TOGA yang mudah diperoleh dan banyak digunakan adalah jahe. kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu di Kelurahan Sambau dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam memanfaatkan TOGA melalui edukasi serta sosialisasi cara pembuatan minuman instan jahe. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis community organization, yang melibatkan subjek binaan mulai dari tahap koordinasi, identifikasi kebutuhan, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi. Tahapan kegiatan meliputi edukasi pemanfaatan TOGA, diskusi interaktif, sosialisasi cara pembuatan minuman instan jahe, pengenalan pengemasan sederhana, serta penguatan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, aktif dalam diskusi, dan mampu memahami tahapan dasar pengolahan jahe menjadi minuman instan. Kegiatan ini juga memberikan wawasan kepada peserta bahwa TOGA tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan keluarga, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk rumah tangga. Dengan demikian, edukasi pemanfaatan TOGA dan sosialisasi cara pembuatan minuman instan jahe dapat menjadi upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan mandiri dan menumbuhkan peluang kewirausahaan sederhana.
Diversity of Gastropoda in the Intertidal Zone of Tanjung Pinggir Beach, Batam City Ramadani Fitra; Witri Winanda; Wardatul Aini; Khairul Anwar; Mona Fathia; Hansen Fandy Winata
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12245

Abstract

The intertidal zone is a coastal ecosystem with high biological productivity that supports various benthic organisms, including gastropoda. Increasing anthropogenic activities in coastal areas may influence the composition and community structure of gastropoda as ecological indicators. This study aimed to analyze the species composition, density, and community structure of gastropoda in the intertidal zone of Tanjung Pinggir Beach, Batam City. The research was conducted in April 2026 using a survey method with line transect–quadrat techniques at five sampling stations. We laid out a single, 50-m long transect perpendicular to the shoreline at each site. Quadrats were placed every 10 m along this line, which resulted in five sampling units per station (n = 6 quadrats).  Gastropod samples were identified morphologically, while data analyses included species composition, density, diversity index, evenness index, and dominance index. The results showed that 42 gastropod species belonging to 5 orders and 17 families were identified, with Caenogastropoda and Neogastropoda as the dominant orders. The highest gastropod density was recorded at Station 4 (5.88 ind./m²), while the lowest was found at Station 1 (0.96 ind./m²). Relative density analysis indicated that Batillaria zonalis and Batillaria attramentaria were the dominant species across most stations. Diversity and evenness indices were categorized as moderate to high, whereas the dominance index was low, indicating a relatively stable community structure. Overall, the intertidal ecosystem of Tanjung Pinggir Beach remains ecologically supportive for gastropod communities. Sustainable coastal management is recommended to minimize future anthropogenic pressures.