Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Kasih Sayang dan Empati dalam Keluarga menurut Al-Qur’an: Kajian Tafsir terhadap Nilai Rahmah dalam Relasi Orang Tua dan Anak Juni Saputri; Syafi’i Syafi’i
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 8 No. 2 (2026): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v8i2.12096

Abstract

This study is motivated by the phenomenon of shifting values in modern family parenting patterns, which are often trapped in emotionless routines, crises of trust, and even domestic violence (KDRT). Amid life pressures and the currents of modernity, the role of the family as madrasatul ulaa (the first school) faces serious challenges. This paper aims to explore the concept of rahmah (compassion) in the Qur’an, particularly through an analysis of Surah Al-Isra verse 24, and to examine its relevance in building harmonious relationships and shaping children's character in the contemporary era. The research method employed is library research with a thematic tafsir approach. The author refers to both classical and modern exegetical scholars to analyze the meaning of rahmah as an emotional and spiritual foundation. The findings show that: (1) The concept of rahmah in the Qur’an requires an attitude of tawadhu (humility) and deep empathy, symbolized by the expression “lowering the wing of humility” before one’s parents; (2) The value of rahmah functions as an “emotional bond” that transforms authoritarian or permissive parenting styles into communicative and understanding approaches; (3) The Qur’anic teachings of sakinah, mawaddah, and rahmah are highly relevant as solutions to modern family problems, where spiritual strength and parental role modelling are key in shaping children with noble character. This study concludes that prioritizing compassion is not merely theoretical, but a long-term investment in building resilient families capable of facing the challenges of changing times.
Pendidikan Anak dalam Perspektif Al-Qur’an: Analisis Tafsir terhadap Peran Orang Tua dalam Pembentukan Akhlak dan Spiritualitas Generasi Muslim Rati Rahmayanti; Syafi’i Syafi’i
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18122

Abstract

Pendidikan anak dalam Islam merupakan proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan anak dalam perspektif Al-Qur’an serta menjelaskan peran orang tua dalam membentuk akhlak dan spiritualitas generasi Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pendidikan anak dan tanggung jawab orang tua, terutama QS. Luqman ayat 13–19, QS. At-Tahrim ayat 6, dan QS. Al-Furqan ayat 74. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Peran tersebut diwujudkan melalui penanaman tauhid, pembiasaan ibadah, keteladanan akhlak, kasih sayang, nasihat, dan pengawasan terhadap perilaku anak. Pendidikan anak berbasis Al-Qur’an penting untuk membentuk generasi Muslim yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki spiritualitas yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.