Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Risiko Dan Pengendalian Bahaya Laboratorium Berdasarkan Pendekatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3), Biosafety, Dan Biosecurity Fitriana; Astrid Siska Pratiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1387

Abstract

Laboratorium merupakan lingkungan kerja yang memiliki berbagai potensi bahaya, baik biologis, kimia, fisik, ergonomi, maupun mekanik. Aktivitas pemeriksaan spesimen, penggunaan bahan kimia berbahaya, pengoperasian peralatan laboratorium, serta pengelolaan limbah medis berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan paparan penyakit apabila tidak dikelola dengan baik. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), biosafety, dan biosecurity merupakan komponen penting dalam sistem manajemen laboratorium untuk melindungi tenaga laboratorium, pasien, masyarakat, serta lingkungan dari berbagai risiko yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko dan pengendalian bahaya laboratorium berdasarkan pendekatan K3, biosafety, dan biosecurity. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di laboratorium kesehatan dengan melibatkan seluruh petugas laboratorium menggunakan teknik total sampling sebanyak 35 responden. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan checklist K3 laboratorium, instrumen biosafety dan biosecurity berdasarkan WHO Laboratory Biosafety Manual edisi keempat, serta wawancara terstruktur. Penilaian risiko dilakukan menggunakan metode Risk Assessment Matrix berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahaya biologis memiliki tingkat risiko tertinggi, terutama akibat paparan spesimen infeksius dan benda tajam. Bahaya kimia berasal dari penggunaan reagen korosif, toksik, dan mudah terbakar, sedangkan bahaya fisik meliputi kebisingan, suhu, dan risiko kebakaran. Penerapan K3, biosafety, dan biosecurity secara umum telah berjalan dengan baik, namun masih ditemukan beberapa aspek yang memerlukan perbaikan, terutama dalam kepatuhan penggunaan alat pelindung diri, dokumentasi penilaian risiko, pengelolaan limbah biologis, serta pengendalian akses laboratorium. Pendekatan K3, biosafety, dan biosecurity merupakan strategi yang efektif dalam mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya laboratorium. Peningkatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, pelatihan berkala, serta evaluasi sistem manajemen risiko diperlukan untuk menciptakan lingkungan laboratorium yang aman dan berkualitas.