Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Rumah Joglo Desa Minggirsari Blitar Sebagai Obyek Pendukung Desa Ekonomi Kreatif Sasa Aprilina; Intan Kusumaningayu; Hanie Teki Tjendani; Andarita Rolalisasi
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2022): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v1i2.338

Abstract

Rumah joglo merupakan arsitektur tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya jawa, juga memiliki nilai filosofi yang begitu dalam. Makna filosofi yang begitu dalam terlihat dari elemen elemen pembentuk bagian bagian rumah joglo. Selain nilai sakral yang terkandung, Rumah joglo juga simbol dari keseimbangan lingkungan, hubungan dengan manusia, dan hubungan dengan tuhan. Karena keunikan yang dimiliki, rumah joglo banyak disukai dan dijadikan sebagai obyek yang tidak hanya digunakan sebagai hunian, melainkan sebagai obyek pendukung dengan ciri khas yang tertuang didalamnya. Demikian juga dengan Desa Minggirsari Blitar yang menjadikan rumah joglo sebagai obyek pendukung Desa Ekonomi Kreatif. Terdapat 10 joglo yang ada pada desa Minggirsari yang memiliki masing masing potensi. Dari eksplorasi potensi ini akan mempertimbangkan beberapa aspek penting seperti lokasi, lingkungan sekitar, kondisi eksisting, pemilik, dll. Dari hasil penelitian ini akan didapat 3 joglo yang akan dilakukan pengembangan dan perencanaan dari potensi yang didapat tanpa merubah ciri khas joglo itu sendiri. Perencanaan dilakukan dengan tetap memberikan ruang kepada pemilik / ahli waris yang masih menempati rumah tersebut. Masing-masing Rumah Joglo akan difungsikan sebagai penginapan, rumah makan dan ruang baca untuk mendukung Desa Wisata Pendidikan di Desa Minggirsari.
Revitalisasi Pasar Tradisional di Indonesia: Studi Kasus Pasa Ateh Bukittinggi dan Pasar Prawirotaman Yogyakarta Yudhi Baghas Prakoso; Andarita Rolalisasi
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i1.708

Abstract

Pasar tradisional memegang peran penting dalam perekonomian dan budaya Indonesia. Namun, seiring waktu, banyak pasar tradisional menghadapi tantangan seperti infrastruktur yang kurang memadai, persaingan dengan pasar modern, dan perubahan perilaku konsumen. Revitalisasi pasar tradisional menjadi sebuah strategi penting untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan eksistensi pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi Pasar Ateh Bukittinggi dan Pasar Prawirotaman Yogyakarta dengan menelaah pendekatan yang digunakan, meliputi intervensi fisik, strategi pengelolaan, serta dampaknya terhadap pedagang dan perekonomian lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan mengumpulkan data melalui studi literatur, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi kedua pasar tersebut telah memberikan dampak positif, terutama dalam hal peningkatan infrastruktur, penataan pedagang, dan estetika pasar. Namun, terdapat beberapa tantangan yang masih dihadapi, seperti penyesuaian pedagang terhadap sistem baru dan persaingan dengan pasar modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi pasar tradisional perlu dilakukan secara berkelanjutan dan holistik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai keberlanjutan dan dampak yang optimal.
Revitalisasi Stasiun Semut sebagai Creative Hub Resilien melalui Pendekatan Urban Catalyst dan Adaptive Reuse Choirul Muawanah; Darmansjah Tjahja Prakasa; Andarita Rolalisasi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5950

Abstract

Ketidakmampuan bangunan cagar budaya dalam beradaptasi terhadap disrupsi sosio-ekonomi dan transformasi sirkulasi urban memicu kerentanan (vulnerability) yang berujung pada degradasi fisik kawasan bersejarah. Stasiun Semut di Surabaya menghadapi risiko kehilangan resiliensi spasial akibat pergeseran orientasi transportasi dan stagnasi kawasan niaga di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi rekonstruksi nilai (re-value) Stasiun Semut sebagai Creative Hub yang resilien dengan mengintegrasikan pendekatan Urban Catalyst dan Adaptive Reuse. Melalui metode kualitatif-rasionalistik yang didukung oleh analisis typo-morfologi, pemetaan spasial sirkulasi, dan evaluasi kapasitas adaptif struktur, penelitian ini menguji ketangguhan spasial bangunan terhadap fungsi baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan resiliensi dilakukan melalui zonasi spasial yang fleksibel (loose-fit space), memisahkan akses kendaraan logistik komersial secara tegas dari koridor pedestrian inklusif untuk menjamin keberlanjutan sirkulasi. Intervensi adaptive reuse diterapkan dengan menyisipkan (insert) elemen arsitektur modern struktural pada ruang di bawah atap bentang lebar eksisting tanpa merusak integritas historis, serta memanifestasikan motif lokal pada elemen pembatas ruang. Secara makro, transformasi ini memicu efek katalis perkotaan yang meningkatkan kapasitas adaptif komunitas lokal melalui ruang ekonomi kreatif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis baru dalam mengonseptualisasikan resiliensi arsitektur cagar budaya yang tidak hanya bertumpu pada ketahanan fisik, melainkan pada kemampuan adaptasi fungsional yang dinamis.