Ketersediaan sabun cuci tangan pada fasilitas wastafel di Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang, belum memadai dan belum konsisten, sementara limbah organik rumah tangga berupa kulit buah dan sisa sayuran belum banyak dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada remaja dalam memanfaatkan limbah organik melalui pembuatan sabun cuci tangan berbasis eco-enzyme bernama Ecos Wash (Eco Clean Organik Solution). Kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan (sosialisasi dan praktik pembuatan), serta evaluasi, dengan melibatkan 15 remaja berusia 13–15 tahun. Keterampilan peserta diamati selama praktik, sedangkan pemanfaatan produk dievaluasi melalui observasi lapangan dua minggu setelah pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menyiapkan alat dan bahan serta mencampur bahan sesuai tahapan (100%), 90% mampu menghasilkan campuran homogen, dan 95% mampu membuat Ecos Wash dengan bantuan minimal atau secara mandiri. Pelatihan menghasilkan 30 botol Ecos Wash (250 mL) yang didistribusikan ke 30 titik wastafel. Pada evaluasi dua minggu, 17 botol (56,7%) telah habis digunakan dan warga membuat 5 botol Ecos Wash secara mandiri dari sisa eco-enzyme. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat mengaitkan pengolahan limbah organik dengan kebutuhan sabun cuci tangan masyarakat.