Pertanian terintegrasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan mengintegrasikan beberapa komponen yaitu peternakan, perikanan dan pertanian. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas serta menjaga pelestarian lingkungan yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani peternak. Salah satu kelompok tani yang mengimplementasikan pertanian terintegrasi adalah Kelompok Tani Sipatuwo, yang terletak di Desa Bara Batu Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Berdasar dari hal tersebut maka dilaksanakan kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat pada Bulan Juli-Desember 2025 dengan tujuan sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk penanganan limbah yang terintegrasi antara peternakan, perikanan dan pertanian dalam satu kawasan. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan pelatihan/penyuluhan dan pendampingan dalam mengatasi permasalahan produksi dan manajemen usaha serta pemasaran. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan di bidang pertanian (penanaman tanaman hortikultura dan pelatihan pembuatan pupuk kompos), pelatihan di bidang peternakan (budidaya ayam broiler dan pemanfaatan feses broiler), pelatihan di bidang perikanan (budidaya ikan lele dan penggunaan pakan fermentasi dari feses ayam broiler). Hasil yang diperoleh adalah kelompok tani Sipatuwo membudidayakan ayam broiler 200 ekor, ikan lele di kolam terpal 500 ekor, serta budidaya tanaman cabaiĀ tomat, dan kacang panjang. Berdasar dari hasil budidaya yang telah dilakukan, maka dampak dan manfaat program bagi kelompok tani Sipatuwo adalah jumlah dan kualitas produksi meningkat, pemanfaatan limbah, menciptakan ekonomi baru (pupuk organik dari kotoran ternak), lingkungan sehat dan bersih, efisiensi biaya pakan dengan memanfaatkan feses ayam broiler sebagai pakan ikan lele, mortalitas ayam dan ikan lele menurun, kualitas daging ayam dan ikan lele meningkat sesuai standar kandungan nutrisi, serta meningkatkan jumlah produksi dan kualitas produksi. Kata kunci: Implementasi, pertanian terintegrasi, kelompok tani. ABSTRACT Integrated farming is an activity carried out by integrating several components, namely livestock, fisheries, and agriculture. Its aim is to increase productivity as well as preserve the environment, which can improve the economy and the welfare of farmer-livestock raisers. One farmer group that implements integrated farming is the Sipatuwo Farmer Group, located in Bara Batu Village, Labakkang District, Pangkajene and Islands Regency. Community-based empowerment activities were carried out from July to December 2025 with the aim of being one of the efforts that can be undertaken for handling waste in an integrated manner between livestock, fisheries, and agriculture in one area. This activity is carried out by conducting training/education and assistance in addressing production, business management, and marketing issues. The activities implemented include training in agriculture, training in livestock, and training in fisheries. The results achieved are that the Sipatuwo farmer group cultivated 200 broiler chickens, 500 catfish in a tarpaulin pond, as well as growing chili, tomatoes, and long beans. Based on the results of the cultivation that has been carried out, the impacts and benefits of the program for the Sipatuwo farmer group are an increase in the quantity and quality of production, utilization of waste, creation of a new economy, a healthy and clean environment, cost efficiency in feed by using broiler chicken feces as catfish feed, a decrease in chicken and catfish mortality, improved quality of chicken meat and catfish according to nutritional content standards, as well as an increase in production quantity and quality. Keywords: Implementation, integrated agriculture, farmers' group.