Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue tetap menjadi beban kesehatan masyarakat di Provinsi Bali dan Indonesia secara umum dengan perluasan wilayah terdampak dari tahun ke tahun. Penggunaan temefos jangka panjang telah memicu resistensi pada larva Aedes aegypti, sehingga larvasida nabati menjadi alternatif yang perlu dikaji. Tujuan: Penelitian ini menguji efikasi ekstrak etanol daun sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.) sebagai larvasida terhadap larva Aedes aegypti instar IV dan menentukan konsentrasi efektifnya. Metode: Desain eksperimental murni dengan Rancangan Acak Lengkap digunakan pada lima kelompok perlakuan, yaitu konsentrasi 1% (10.000 ppm), 3% (30.000 ppm), 5% (50.000 ppm), kontrol positif (temefos 1%) dan kontrol negatif masing-masing dengan enam ulangan dan 25 ekor larva per ulangan. Mortalitas larva diamati setelah 24 jam paparan dan dianalisis dengan ANOVA satu arah dilanjutkan uji Tukey HSD pada taraf signifikansi p<0,01. Hasil: Konsentrasi 10.000 ppm menghasilkan mortalitas rerata 24,33 dari 25 ekor larva (97,33%), sedangkan konsentrasi 30.000 ppm, 50.000 ppm, dan kontrol positif seluruhnya mencapai mortalitas 100%. ANOVA menunjukkan perbedaan sangat bermakna antar kelompok, F(4,25) = 5.554,00, p<0,001. Uji fitokimia kuantitatif mengonfirmasi kandungan flavonoid sebesar 41,44 mg QE/g, tanin 107,33 mg TAE/g, dan fenol total 501,58 mg GAE/g pada ekstrak yang digunakan. Simpulan: Ekstrak etanol daun sembung efektif sebagai biolarvasida mulai konsentrasi 10.000 ppm dengan daya bunuh setara temefos, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen pengendali vektor demam berdarah dengue yang ramah lingkungan.