Rosyida Rakhmania Muha
UIN Sunan Kalijaga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Fiqh Hadlari Dan Suluk Hadlari Berdasarkan Al-Qur’an Kajian Atas Surah Al-Qashas Ayat 77 Zulfa Hasanah; Rosyida Rakhmania Muha
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/nqd7sa52

Abstract

This article examines the development of the concepts of Hadlari Fiqh and Hadlari Suluk by making Q.S. Al-Qashas verse 77 as the main normative foundation in building a balance between worldly life and the hereafter. This study departs from the awareness that Islamic teachings do not only regulate aspects of ritual worship, but also provide   guidelines in building a harmonious, just, and civilized life. Therefore, this study aims to analyze the meaning of the verse from the perspective of Qur'anic interpretation and explain its implications for the development of civilizational fiqh and the formation of spiritual-ethical behavior in the lives of Muslims. This study uses a qualitative approach with a library research method, namely by examining various library sources such as the Qur'an, classical and contemporary commentaries, and scientific literature relevant to the research theme. Through this approach, the researcher attempts to explore the deep meaning of Q.S. Al-Qashas verse 77 systematically and contextually. The results of the study indicate that the verse emphasizes the principle of tawazun (balance) as the basis of Hadlari Fiqh, which includes the integration of spiritual, material, social, and ecological dimensions. Furthermore, the value of ihsan contained in the verse represents Suluk Hadlari, namely the orientation towards developing noble morals, social responsibility, and civilizational awareness. This finding confirms that Q.S. Al-Qashas, ​​verse 77, has strong conceptual relevance in developing a holistic, integrative, and contextual paradigm for Islamic education and civilization in facing modern challenges. Abstrak Artikel ini mengkaji pengembangan konsep Fiqh Hadlari dan Suluk Hadlari dengan menjadikan Q.S. Al-Qashas ayat 77 sebagai landasan normatif utama dalam membangun keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Kajian ini berangkat dari kesadaran bahwa ajaran Islam tidak hanya mengatur aspek ibadah ritual, tetapi juga memberikan pedoman komprehensif dalam membangun kehidupan yang harmonis, berkeadilan, dan berkeadaban. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna ayat tersebut dalam perspektif tafsir Al-Qur’an serta menjelaskan implikasinya terhadap pengembangan fiqh peradaban dan pembentukan perilaku spiritual-etik dalam kehidupan umat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, yaitu dengan menelaah berbagai sumber kepustakaan seperti Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Melalui pendekatan ini, peneliti berupaya menggali makna mendalam dari Q.S. Al-Qashas ayat 77 secara sistematis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat tersebut menegaskan prinsip tawazun (keseimbangan) sebagai dasar dalam Fiqh Hadlari, yang mencakup integrasi antara dimensi spiritual, material, sosial, dan ekologis. Selain itu, nilai ihsan yang terkandung dalam ayat tersebut merepresentasikan Suluk Hadlari, yaitu orientasi pembentukan akhlak mulia, tanggung jawab sosial, dan kesadaran peradaban. Temuan ini menegaskan bahwa Q.S. Al-Qashas ayat 77 memiliki relevansi konseptual yang kuat dalam pengembangan paradigma pendidikan dan peradaban Islam yang bersifat holistik, integratif, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan modern.