Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simbol dan Komunikasi Bahasa Antarbudaya Ngalimun; Rusma Noortyani; Dwi Wahyu Candra Dewi
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2247

Abstract

Komunikasi antarbudaya merupakan proses pertukaran pesan yang melibatkan individu atau kelompok dari latar belakang budaya yang berbeda. Dalam proses ini, simbol dan bahasa memainkan peran sentral sebagai sarana penyampaian makna serta ekspresi identitas dan nilai-nilai budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fungsi, tantangan, dan dinamika penggunaan simbol dan bahasa dalam komunikasi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode studi pustaka, yakni menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan untuk mengidentifikasi pola dan hambatan komunikasi lintas budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi sering kali muncul akibat perbedaan persepsi terhadap simbol-simbol verbal dan nonverbal, seperti stereotip budaya, polarisasi makna, dan kecenderungan melakukan evaluasi statis terhadap kelompok lain. Simbol dan bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi teknis, tetapi juga mencerminkan pandangan dunia, sistem nilai, dan struktur sosial suatu komunitas. Kesimpulannya, keberhasilan komunikasi antarbudaya sangat bergantung pada sensitivitas budaya dan kemampuan individu dalam memahami serta menafsirkan simbol dan bahasa secara kontekstual. Oleh karena itu, kompetensi komunikasi antarbudaya menjadi aspek penting dalam membangun relasi harmonis dalam masyarakat multikultural.
Pendalaman Literasi Kritis Berbasis Digital Bagi Guru Bahasa Indonesia SMA di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Jumadi; Rusma Noortyani; Dewi Alfianti; Sirajuddin Kamal; Ngalimun; Husni Mubarak; Andi Muhammad Yahya; Arina Fitriana
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v3i3.1374

Abstract

Literasi kritis merupakan kemampuan berpikir analitis dan reflektif yang sangat penting dimiliki oleh pendidik, terutama di tengah arus informasi digital yang cepat dan kompleks. Guru Bahasa Indonesia sebagai pengampu mata pelajaran berbasis teks memiliki peran strategis dalam menanamkan kemampuan literasi kritis kepada siswa. Namun, berdasarkan identifikasi lapangan, masih banyak guru yang belum memahami secara utuh konsep literasi kritis dan penerapannya dalam pembelajaran berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendalaman materi literasi kritis berbasis digital kepada guru-guru Bahasa Indonesia SMA se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi pembelajaran yang berlangsung pada tanggal 21 April 2025 dan diikuti oleh 25 guru dari berbagai SMA. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep literasi kritis, serta kemampuan mereka dalam menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas guru dalam membentuk generasi pembelajar yang kritis, adaptif, dan cakap digital.