Cut Khairunnisa
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Sosiodemografi dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Hezelyn Aldelina; Cut Khairunnisa
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 5 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i5.22455

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan peyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan kenaikan jumlah pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 akan menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Peningkatan kejadian kasus Diabetes Melitus dipengaruhi berbagai faktor seperti perubahan pola gaya hidup, perubahan usia, dan kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin dengan kadar gula darah puasa pada pasien Diabetes Melitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh dengan jumlah sampel sebanyak 104 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling dari bulan Maret 2025 – Mei 2025. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan kadar gula darah puasa dengan usia (p-value=0,400), serta tidak ada hubungan Kadar Gula Darah Puasa dengan jenis kelamin (p- value=0,950).
Multidrug-Resistant Tuberculosis pada Pasien Laki-Laki Usia 48 Tahun dengan TB Paru Diana Farasha; Cut Khairunnisa
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 5 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i5.22730

Abstract

Seorang laki-laki 48 tahun dengan Tuberkulosis Multi Resisten Obat (MDR-TB) menunjukkan gejala klinis seperti batuk berdahak kuning putih selama sebulan, sesak napas, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan. Pasien merupakan pasien putus obat pada bulan januari 2025 silam, ia mengalami MDR-TB, terbukti dengan resistensi terhadap rifampicin. tes dahak mengonfirmasi adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pasien menjalani terapi kombinasi yang terdiri dari bedaquiline, moksifloksasin, linezolid, clofazimine, cycloserine, dan vitamin B6. Selain itu, diberikan pula perawatan tambahan berupa antibiotik, terapi untuk meredakan gejala, serta dukungan nutrisi. Pemantauan kondisi pasien dilakukan secara berkala oleh tim medis, disertai konsultasi dengan dokter spesialis paru, psikiatri, dan ahli gizi guna memastikan kepatuhan terhadap pengobatan. Kasus ini menggambarkan tantangan besar dalam penatalaksanaan MDR-TB, terutama pada individu dengan riwayat putus pengobatan TBC. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap resistensi obat dan pemberian terapi yang tepat secara cepat menjadi hal yang krusial untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus mencegah penularan lebih lanjut. Laporan ini juga menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin dan pemantauan intensif dalam penanganan MDR-TB.