Azizul Berlyansah
Universitas Internasional Batam, Baloi Permai, Batam, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manifestasi Klinis dan Tata Laksana Penyakit Mata Kering pada Sindrom Sjögren Sekunder : Laporan Kasus Nany Kustyah; Azizul Berlyansah; Wira Mondana; Petrus Gandi Purwosatrio
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 3 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v5i3.27676

Abstract

Sindrom Sjögren merupakan penyakit autoimun kronis yang melibatkan kelenjar lakrimal dan saliva sehingga menyebabkan mata kering dan mulut kering. Bentuk sekunder dapat berasosiasi dengan penyakit autoimun sistemik, termasuk lupus eritematosus sistemik. Penyakit ini penting dikenali karena dapat menimbulkan kerusakan permukaan okular dan menurunkan kualitas hidup. Dilaporkan dua pasien perempuan berusia 62 tahun dan 29 tahun yang datang dengan keluhan mata kering kronis bilateral disertai xerostomia. Pasien pertama memiliki riwayat SLE selama lima tahun dan sedang menjalani terapi imunosupresif. Pasien kedua dicurigai mengalami SLE berdasarkan gejala artikular, riwayat keluarga dengan SLE, dan hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan oftalmologis menunjukkan injeksi siliar, erosi epitel pungtata bilateral, penurunan tear break-up time, serta tanda penyakit mata kering berat. Pada pasien kedua ditemukan keratitis filamentosa dengan keterlibatan permukaan okular yang lebih berat. Pemeriksaan Schirmer I menunjukkan penurunan produksi air mata pada kedua pasien. Pemeriksaan unstimulated whole saliva menunjukkan hiposekresi saliva, sedangkan pemeriksaan Antinuclear Antibody (ANA) memberikan hasil reaktif pada kedua pasien. Kedua pasien mendapatkan serum autologus, air mata buatan, natrium hialuronat topikal, dan gel vitamin A palmitat, serta dirujuk ke bagian reumatologi untuk evaluasi penyakit autoimun sistemik. Kedua kasus menunjukkan manifestasi khas sindrom Sjögren sekunder berupa penyakit mata kering berat yang disertai xerostomia. Perbaikan gejala dan temuan klinis setelah terapi menegaskan pentingnya tata laksana topikal intensif serta kolaborasi multidisiplin untuk mengendalikan inflamasi sistemik, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.