Henri Pietherson Eryah
Program Studi Biologi FMIPA Universitas San Pedro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI KUALITAS AIR SUMUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE MPN (MOST PROBABLE NUMBER) DI KECAMATAN OEBOBO - KOTA KUPANG Henri Pietherson Eryah
Flobamora Biological Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bakteriologis air sumur gali di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, berdasarkan jumlah Total Coliform dan Escherichia coli menggunakan metode Most Probable Number (MPN) serta menganalisis perbedaan kualitas air antar kelurahan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei laboratorium, di mana sebanyak 25 sampel air sumur dari lima kelurahan (Oebobo, Fatululi, Liliba, TDM, dan Oetete) dianalisis menggunakan metode MPN dan hasilnya diolah secara deskriptif serta diuji menggunakan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel air sumur telah mengalami pencemaran bakteriologis yang ditandai dengan tingginya kandungan Total Coliform (103,6–162,4 MPN/100 mL) dan terdeteksinya Escherichia coli (17,2–29,4 MPN/100 mL), sehingga belum memenuhi persyaratan kualitas mikrobiologis air untuk keperluan higiene dan sanitasi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Hasil uji OneWay ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan kualitas bakteriologis air sumur antar kelurahan di Kecamatan Oebobo (F = 0,7174; p = 0,5899; p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa tingkat pencemaran relatif homogen di seluruh wilayah penelitian. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh kesamaan karakteristik sanitasi lingkungan, konstruksi sumur, kepadatan permukiman, serta kondisi geologi setempat yang memudahkan terjadinya kontaminasi air tanah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas bakteriologis air sumur di Kecamatan Oebobo belum memenuhi standar kesehatan sehingga diperlukan pengolahan air sebelum digunakan, pemantauan kualitas air secara berkala, serta peningkatan sistem sanitasi lingkungan sebagai upaya mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui air.