Muhammad Ayyasy
UIN Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Epistemologis dan Disiplin Etis: Analisis Mendalam terhadap Pemikiran Brian Silverstein mengenai Sufisme dan Modernitas di Turki Muhammad Ayyasy
JEDMI: Journal of Education and Multidisciplinary Studies Vol. 1 No. 2 (2026): JEDMI: Journal of Education and Multidisciplinary Studies
Publisher : CV. Megantara Abdi Nusa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Brian Silverstein mengenai transformasi sufisme di Turki dalam konteks modernitas sekuler pasca penutupan tekke tahun 1925. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis terhadap karya-karya utama Silverstein serta literatur akademik yang relevan mengenai sufisme dan modernitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sufisme di Turki tidak mengalami kemunduran akibat modernitas, tetapi mengalami transformasi epistemologis dan institusional melalui praktik disiplin etis, pembentukan diri religius, serta penguatan komunitas melalui praktik sohbet dan institusi vakıf. Analisis juga menunjukkan bahwa model disciplinary sufism yang dikemukakan Silverstein lebih merefleksikan dinamika sufisme urban kelas menengah sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan keragaman praktik sufisme kontemporer. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensional untuk memahami transformasi sufisme dalam konteks masyarakat Muslim modern.
Strategi Pencegahan Kekerasan Seksual Melalui Penguatan Spiritualitas Qur'ani dan Maqamat Sufi Muhammad Ayyasy; M. Iqbal Fathoni
JEDMI: Journal of Education and Multidisciplinary Studies Vol. 1 No. 2 (2026): JEDMI: Journal of Education and Multidisciplinary Studies
Publisher : CV. Megantara Abdi Nusa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi, validitas, dan keterbatasan maqamat sufi sebagai strategi preventif kekerasan seksual, termasuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), melalui integrasi dengan perspektif keadilan gender dan kerangka hukum Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan maqamat sufi sebagai paradigma preventif yang tidak hanya bersifat spiritual-individual, tetapi juga etis-struktural dan kontekstual melalui integrasi tasawuf, kritik gender, dan sistem hukum modern dalam pencegahan kekerasan seksual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain normatif-kritis yang dipadukan dengan analisis sosio-legal dan hermeneutik filosofis model Hans-Georg Gadamer dan Paul Ricoeur. Data primer berupa tafsir sufistik Ibn ‘Ajibah dalam al-Bahr al-Madid, sedangkan data sekunder mencakup literatur tasawuf, kajian gender, dokumen hukum, serta studi kekerasan seksual kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqam wara’, iffah, muraqabah, dan ihsan memiliki relevansi operasional dalam membentuk self-regulation, etika relasi, dan kesadaran moral yang berfungsi mencegah kekerasan seksual pada level personal, digital, dan institusional. Konsep muraqabah digital dan iffah digital memperlihatkan perluasan etika spiritual dalam merespons KBGO. Namun, efektivitas pendekatan spiritual bergantung pada integrasinya dengan kesadaran struktural, perspektif gender, dan kebijakan implementatif dalam penegakan hukum.