Tatau Wijaya Garib
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya, Kota Palangkaraya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Penataan Permukiman Kumuh di Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya Noor Hamidah; Tatau Wijaya Garib; Anna Rusdanisari; Mahdi Santoso; Noor Mahmudah; Dwi Anung Nindito
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.30253

Abstract

Salah satu kawasan permukiman kumuh di Indonesia terletak di Kota Palangka Raya yang dicirikan oleh kepadatan hunian yang tinggi dan minimnya infrastruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis permukiman berdasarkan jaringan jalan dan infrastruktur dengan pendekatan co-housing di kawasan tepian sungai Kelurahan Pahandut Seberang. Lokasi penelitian terletak di Kelurahan Pahandut Seberang khususnya di Jalan Wisata dan Jalan Cemara Labat yang mempunyai bangunan sangat rapat dan tidak memenuhi standar teknis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pengumpulan data studi literatur, observasi lapangan dan wawancara. Kegiatan wawancara dilakukan terhadap informan pemilik rumah yang memiliki bentuk, fungsi rumah tinggal dan fungsi usaha, serta aktivitas di permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pola jaringan jalan lingkungan di Kelurahan Pahandut Seberang bersifat organik dan berkembang mengikuti pola permukiman. Penataan kawasan tepian sungai di Kelurahan Pahandut Seberang perlu mempertimbangkan karakteristik lokal dan kebutuhan masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai. Pendekatan co-housing diterapkan sebagai solusi desain kolaboratif yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga mengurangi stres dan kesepian yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Konsep co-housing dalam bentuk bangunan vertikal dengan pendekatan arsitektur tepi air menjadi rekomendasi untuk diimplementasikan dalam penataan kawasan permukiman kumuh ini.