This study aims to examine the role of academic stress on alexithymia, while simultaneously exploring how attachment styles moderate this relationship. High academic stressors increasingly hinder medical students'ability to recognize and express their emotions. The impact of academic stress on alexithymia is also linked to the attachment styles students develop with their parents, which assist them in coping with stressors. A probability sampling technique was employed to recruit 136 subjects meeting the research criteria. Data were analyzed using the PROCESS Macro Hayes analysis technique. The results demonstrate that academic stress has a significant positive effect on alexithymia (b = 1.421; p < 0.05; 95%CI[0.047-2.796]). Furthermore, attachment style significantly moderates the relationship between academic stress and alexithymia among medical students (△R2 = 0.062; F(3,128) = 4.560; p < 0.05). Consequently, Medical Educational Programs are expected to optimize the role of counselors regarding students’attachment patterns and emotional regulation, while parents should reassess their approaches to enable students to utilize their personal resources in overcoming academic and personal hurdles during university. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran stres akademik dengan alexithymia, sekaligus mengeksplorasi bagaimana gaya kelekatan memoderasi hubungan keduanya. Tingginya stresor akademis menyebabkan mahasiswa kedokteran semakin sulit mengenali dan mengekspresikan emosinya. Dampak stres akademik dengan alexithymia, juga berkaitan dengan gaya kelekatan yang dimiliki oleh mahasiswa dengan orang tuanya untuk membantunya menghadapi stresor. Teknik probability sampling digunakan untuk mengumpulkan subjek yang sesuai dengan kriteria penelitian, dengan total subjek sebanyak 136 orang dan dianalisis menggunakan teknik analisis PROCESS Macro Hayes. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa stres akademik berperan secara positif dan signifikan dengan alexithymia (b = 1.421; p < 0.05; 95%CI[0.047-2.796]) dan secara signifikan gaya kelekatan dapat memoderasi peran stres akademik dengan alexithymia pada mahasiswa kedokteran di Universitas Udayana (△R2 = 0.062; F(3,128) = 4.560; p < 0.05). Oleh sebab itu, institusi Program Studi Pendidikan Kedokteran diharapkan dapat mengoptimalisasi peran konselor terkait pola kelekatan dan regulasi emosi mahasiswa, serta bagi orang tua diharapkan mampu mengevaluasi pendekatan kepada anaknya, agar mereka dapat memanfaatkan sumber daya pribadi untuk menghadapi tantangan di perkuliahan.