Intensive social media use among young adults often develops into addictive behavior that disrupts daily functioning. However, susceptibility to this addiction varies between individuals, strongly suspected to be influenced by differences in personality characteristics. This study aims to examine the correlation between Big Five personality traits and social media addiction tendencies in young adult men (18–25 years old). The research method used a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of young adult men selected via purposive sampling. The results showed a significant negative correlation between conscientiousness and social media addiction (r = -0.216; p = .031). Furthermore, there was also a significant negative correlation between agreeableness and social media addiction (r = -0.203; p = .043). Finally, a significant positive correlation was found between neuroticism and social media addiction (r = 0.234; p = .019). These findings indicate that conscientiousness and agreeableness traits can be protective factors, while neuroticism can be a risk factor for social media addiction. This study confirms that the Big Five personality dimensions play an important role in explaining vulnerability and resilience to social media addiction in young adult men. Penggunaan media sosial yang intensif di kalangan dewasa muda sering kali berkembang menjadi perilaku adiktif yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, kerentanan terhadap kecanduan ini bervariasi antarindividu, yang diduga kuat dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara lima dimensi kepribadian (Big Five) dan kecenderungan kecanduan media sosial pada pria dewasa muda (usia 18–25 tahun). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Sampel terdiri dari pria dewasa muda yang dipilih melalui sampling purposif. Hasil menunjukkan korelasi negatif yang signifikan antara conscientiousness dan kecanduan media sosial (r = -0,216; p = 0,031). Selain itu, terdapat pula korelasi negatif yang signifikan antara agreeableness dan kecanduan media sosial (r = -0,203; p = 0,043). Terakhir, ditemukan korelasi positif yang signifikan antara neuroticism dan kecanduan media sosial (r = 0,234; p = 0,019). Temuan ini menunjukkan bahwa sifat-sifat kesadaran diri dan keramahan dapat menjadi faktor pelindung, sedangkan neurotisisme dapat menjadi faktor risiko kecanduan media sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa dimensi kepribadian Big Five memainkan peran penting dalam menjelaskan kerentanan dan ketahanan terhadap kecanduan media sosial pada pria dewasa muda.