Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Workshop Literasi Digital: Relatabilitas, Kepercayaan, dan Etika dalam Influencer Marketing Generasi Z Nafa Aqla Islami
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bcm84n61

Abstract

Penelitian ini bertemakan : “Workshop Literasi Digital: Relatabilitas, Kepercayaan, dan Etika dalam Influencer Marketing Generasi Z”. Workshop dilaksanakan pada Kamis 27 November 2025, di Aula PWM Kalimantan Tengah. Pelaksanaan workshop menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta. Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan anggota komunitas film aktif berpartisipasi dalam diskusi dan mengajukan pertanyaan kritis terkait praktik influencer marketing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya relatabilitas sebagai strategi komunikasi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga emosional. Peserta juga memahami bahwa kepercayaan audiens merupakan aset utama seorang influencer yang harus dijaga melalui kejujuran, transparansi, dan konsistensi konten. Dari sisi etika, peserta menyadari bahwa influencer marketing tidak sekadar kegiatan promosi, melainkan juga praktik komunikasi publik yang memiliki tanggung jawab sosial. Peserta terdorong untuk lebih selektif, kritis, dan etis dalam memproduksi maupun mengonsumsi konten digital. Bagi tim pengabdian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam menjembatani dunia akademik dengan praktik industri kreatif digital, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan literasi digital masyarakat.
Interaksi Parasosial Dan Strategi Komunikasi Food Influencer: Studi Kasus Akun Instagram @Abang.Lapar Dalam Membangun Kepercayaan Dan Keterhubungan Gen Z: Parasocial Interaction and Food Influencer Communication Strategy: A Case Study of the Instagram Account @abang.lapar in Building Trust and Connectivity Among Gen Z Nafa Aqla Islami
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 1 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v25i1.11612

Abstract

Perkembangan media sosial telah meningkatkan peran food influencer sebagai sumber informasi kuliner yang mempengaruhi preferensi, kepercayaan, dan perilaku konsumsi Generasi Z. Salah satu figur yang menonjol di Indonesia adalah Akun Instagram @abang.lapar, yang dikenal melalui gaya komunikasi yang personal, autentik, dan informatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana interaksi parasosial dan strategi komunikasi yang digunakan akun Instagram @abang.lapar membentuk kepercayaan serta keterhubungan pada audiens Gen Z. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menggali fenomena ini secara mendalam. Informan dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria Gen Z yang mengikuti akun Instagram @abang.lapar selama minimal enam bulan, sehingga terkumpul 5–7 informan hingga data mencapai saturasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi konten Instagram dan TikTok selama tiga bulan, serta dokumentasi komentar dan engagement audiens. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Reflexive Thematic Analysis dari Braun & Clarke (2019) melalui enam tahap: familiarisasi data, pengkodean awal, pencarian tema, peninjauan tema, pendefinisian tema, dan penulisan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi parasosial terbentuk melalui penggunaan bahasa sehari-hari, penyajian diri yang konsisten, dan narasi personal yang menciptakan persepsi kedekatan meskipun hubungan berlangsung satu arah. Strategi komunikasi yang menonjol seperti penggunaan visual makanan yang menarik, cerita pengalaman langsung, dan transparansi endorsement berperan dalam membangun kredibilitas dan meningkatkan trust Gen Z. Hasil juga menunjukkan bahwa relevansi konten lokal serta interaksi di kolom komentar memperkuat keterhubungan audiens dan mendorong tindakan seperti mencoba rekomendasi kuliner. Kesimpulannya, interaksi parasosial dan strategi komunikasi yang efektif menjadikan akun Instagram @abang.lapar mampu membangun kepercayaan dan keterhubungan yang kuat dengan audiens Gen Z.