Manajemen proyek merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan penyelesaian pekerjaan, khususnya pada industri konstruksi dan manufaktur yang menuntut efisiensi penggunaan sumber daya. Ketepatan waktu menjadi aspek penting karena keterlambatan dapat menyebabkan kerugian finansial, gangguan operasional, hingga menurunkan kepercayaan pelanggan. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Fabrication Roll Plate 38 mm di PT.XYZ dengan tujuan menganalisis efisiensi waktu menggunakan dua metode yaitu Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation Review Technique (PERT). CPM digunakan untuk menentukan lintasan kritis serta durasi minimum proyek dengan pendekatan deterministik, sedangkan PERT digunakan untuk mengukur ketidakpastian waktu menggunakan tiga estimasi, yaitu optimis, realistis, dan pesimis. Hasil analisis menunjukkan bahwa lintasan kritis proyek terdiri dari aktivitas-aktivitas utama seperti persiapan material, pemotongan, rolling plate, pengelasan, inspeksi, dan finishing. Perbandingan antara CPM dan PERT memperlihatkan adanya perbedaan estimasi durasi serta probabilitas penyelesaian proyek tepat waktu. Dengan memanfaatkan kedua metode ini, manajemen dapat lebih mudah mengidentifikasi aktivitas prioritas dan menyusun strategi pengendalian yang tepat, seperti alokasi sumber daya tambahan atau rescheduling aktivitas non-kritis. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif menggunakan kedua metode, diperoleh hasil Durasi total proyek berdasarkan metode CPM adalah 152 hari, dengan lintasan kritis terdiri dari rangkaian aktivitas A–B–C–D–E–F. dan Durasi total proyek berdasarkan metode PERT adalah 150,67 hari, yang menunjukkan adanya pengaruh ketidakpastian waktu terhadap estimasi durasi proyek. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi CPM dan PERT memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi risiko keterlambatan, serta mendukung keberhasilan proyek secara menyeluruh. Kata kunci : Manajemen proyek, CPM, PERT, Fabrication Roll Plate, Efisiensi waktu