Setiawan Setiawan
Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN INTERAKSIONISME SIMBOLIK MEAD DALAM MEMAHAMI DINAMIKA KEYAKINAN KESEHATAN INDIVIDU DAN PERILAKU SEHAT KOLEKTIF DI JATINANGOR Setiawan Setiawan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.380

Abstract

Perilaku sehat merupakan pilar utama dalam mewujudkan Indonesia Sehat 2030, di mana perilaku tersebut perlu di internalisasi baik secara individu maupun kolektif. Upaya ini didukung oleh berbagai fasilitas kesehatan, dari layanan primer hingga tersier, guna memfasilitasi pencegahan, pengobatan, dan deteksi dini penyakit. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menelaah aspek keyakinan kesehatan dalam membentuk perilaku sehat pada masyarakat Jatinangor, menggunakan lensa Teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead. Perspektif ini menyoroti bagaimana makna perilaku sehat dibangun melalui interaksi sosial, bagaimana individu menginterpretasikan peran 'The Generalized Other' (masyarakat) dalam membentuk perilaku sehat kolektif, dan bagaimana proses simbolik (seperti komunikasi dan interpretasi isyarat) memengaruhi keyakinan kesehatan individu. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan memiliki keyakinan perilaku sehat yang kuat, tercermin dari persepsi kerentanan terhadap penyakit (perceived susceptibility) yang tinggi dan keyakinan manfaat tindakan pencegahan (perceived benefits) yang kuat. Temuan kunci lainnya adalah peran signifikan komunitas yang saling mendukung, promosi gaya hidup sehat, dan rasa hormat terhadap orang lain dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, yang semuanya merupakan manifestasi dari proses interaksi simbolik. Kesimpulannya, kepercayaan, pengaturan diri, motivasi, dukungan sosial, dan pola pikir individu yang terbentuk dan diperkuat melalui interaksi simbolik berperan krusial dalam mencapai kesejahteraan fisik dan emosional. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar program kesehatan di Kabupaten Kecamatan Jatinangor lebih difokuskan pada penguatan peran komunitas dan kelompok dukungan sebaya, mengingat pengaruh signifikan dukungan sosial dalam mengkonstruksi makna dan perilaku sehat kolektif.
PENINGKATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MELALUI IDENTIFIKASI DAN MITIGASI RISIKO DI HOME INDUSTRI TAHU EEN Setiawan Setiawan
KABUYUTAN Vol 4 No 2 (2025): Kabuyutan, Juli 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i2.351

Abstract

Perkembangan industri, terutama sektor informal yang sedang tumbuh di Indonesia, memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian negara. Sektor ini menciptakan lapangan kerja bagi pengangguran dan meningkatkan pendapatan pekerja. Kegiatan pengkajian dan sosialisasi di industri tahu EEN bertujuan untuk : a.Mengetahui masalah kesehatan yang ada di home industri tahu EEN. b.Menentukan solusi dan tindakan yang di lakukan dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada di home industri tahu EEN. c.Mengetahui faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja di home industri. d.Mengetahui jenis-jenis kecelakaan kerja di dapur secara umum. e.Mengetahui pencegahan kecelakaan kerja di home industri. Metode yang dilakukan dalam sosialisasi ini yaitu ceramah yang dilakukan kepada pekerja di pabrik tahu EEN. Implementasi dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2025, saat dilakukan implementasi seluruh pekerja tampak memperhatikan dengan seksama terkait materi yang disampaikan, acara berjalan lancar sesuai dengan konsep yang telah direncanakan. Kegiatan pendidikan kesehatan berlangsung tertib dan peserta aktif mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan. Pekerja pun mampu mengikuti materi-materi yang sudah diberikan. Berdasarkan hasil pretest pada 8 orang pekerja, nilai pretest rata-rata adalah 70. Sebanyak 4 orang memiliki nilai pretest diatas rata-rata sedangkan 4 lainnya di bawah rata-rata. Selanjutnya pada hasil nilai posttest rata-rata adalah 95. Sebanyak 8 orang memiliki nilai posttest di atas rata-rata. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pada seluruh pekerja mengenai standar penggunaan APD, potensi bahaya saat bekerja, dan prinsip-prinsip dalam menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja. Saran agar pihak pabrik tahu EEN lebih memperhatikan dan menyediakan mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang aman dan nyaman untuk para pekerja serta menyediakan kotak P3K sebagai obat untuk antisipasi apabila terjadi kecelakaan kerja.