Sirojul Munir
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Galuh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM FILM BILA ESOK IBU TIADA KARYA NAGIGA NUR ARYATI (ALTERNATIF PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK FILM NARATIF) Fatia Fauziah; Sirojul Munir; Andri Noviadi
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nilai Moral dalam Film “Bila Esok Ibu Tiada” karya Nagiga Nur Aryati serta potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar menyimak film naratif. Film ini bercerita tentang seorang Ibu, Rahmi, yang berjuang keras membesarkan empat anaknya seorang diri setelah sang suami meninggal. Di tengah tantangan ekonomi dan konflik keluarga, Ranika (anak sulung) bertindak otoriter, anak-anak yang lain yaitu Rania, Rangga, dan Hening semakin sibuk dengan kehidupan masing-masing, namun Rahmi tetap mencintai tanpa syarat. Film ini mengangkat tema penyesalan dan kesadaran akan pentingnya kehadiran ibu dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis pustaka, dokumentasi, dan analisis. Proses tersebut bertujuan untuk menganalisis nilai yang terdapat pada dialog, adegan dan latar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung nilai moral seperti hubungan manusia dengan dirinya, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan tuhannya. Berdasarkan temuan tersebut, film “Bila Esok Ibu Tiada” dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar alternatif yang cukup dengan kebutuhan peserta didik, khususnya dalam pembelajaran menyimak film naratif dengan saksama untuk memahami alur cerita dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Pemanfaatan media populer seperti film yang hangat dibicarakan dapat meningkatkan daya tarik pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap kemampuan menyimak dan memahami berbagai tipe teks aural hingga mampu menuliskan kembali teks aural atau audio visual.
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA PADA NOVEL ANJING MENGEONG, KUCING MENGGONGGONG KARYA EKA KURNIAWAN Melly Luthfi Fauzieah; Sirojul Munir; Andri Noviadi
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20052

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kajian sosiologi sastra pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan dan mendeskripsikan bahan ajar yang berkaitan dengan kajian sosiologi sastra agar peserta didik mampu mengevaluasi gagasan dari membaca teks fiksi di media cetak. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan analisis sosiologi sastra menggunakan teori Ian Watt pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan. Penelitian ini menggunakan teori Ian Watt yang memfokuskan tiga aspek yaitu konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat dan fungsi sosial sastra. Konteks sosial pengarang diungkapkan tema, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa yang mencerminkan pengaruh sosial dan lingkungan terhadap pengarang dalam menulis cerita. Sastra sebagai cerminan masyarakat digambarkan melalui tema, tokoh, alur dan latar yang mencerminkan keadaan masyarakat pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong. Fungsi sosial sastra digambarkan melalui tema, amanat, tokoh dan latar sebagai perubahan dan pesan yang disampaikan penulis dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong.Kata Kunci: Sosiologi Sastra, novel.
PSIKOLOGI SASTRA DALAM NOVEL SESUK KARYAA TERE LIYE Dewi Sefianingsih; Sirojul Munir; Andri Noviadi
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Psikologi Sastra Dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye dan mendeskripsikan hasil analisis Psikologi Sastra dalam Novel Sesuk untuk dijadikan bahan ajar yang sesuai dengan hasil penelitian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan Psikologi Sastra yang terdapat dalam novel Sesuk karya Tere Liye. Penelitian ini menggambarkan pendekatan metode deskriptif kualitatif untuk mencapai tujuan. Novel Sesuk karya Tere Liye digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan tehnik studi pustaka, tehnik analisis, dan tehnik dokumentasi. Hasil dan pembahasan menunjukkan adanya psikologi sastra dalam novel Sesuk karya Tere Liye dan dapat diterapkan sebagai alternatif pengembangan bahan ajar membaca teks novel. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini mencakup id (khayalan) merupakan karakter tokoh berupaya memenuhi kepuasan insting dengan menciptakan khayalan, dimana tokoh berupaya menenangkan ketegangan insting serta memperoleh kepuasan dari dorongan biologis melalui imajinasi, ego (perantara) berupaya untuk mengambil keputusan mengenai insting yang akan dipuaskan dengan mempertimbangkan kenyataan, dimana karakter tokoh berusaha memulihkan ketegangan insting dan membantu biologi dengan mempertimbangkan situasi di lingkungan atau dunia luar yang diinginkan, dan super ego (hati) terkait dengan standar atau norma masyarakat mengenai moralitas, baik dan buruk, atau benar dan salah. Karakter tokoh ini menginternalisasi dan mengakui norma-norma sosial tersebut, dan tekanan pada individu untuk hidup sesuai dengan standar moral dan sosial yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Psikologi Sastra, Pengembangan Bahan Ajar