Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di masyarakat, serta sering tidak terdeteksi secara dini karena bersifat silent killer. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin serta pengelolaan hipertensi secara mandiri menjadi permasalahan yang masih banyak ditemukan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang hipertensi melalui edukasi kesehatan, penerapan terapi komplementer, serta pemanfaatan kartu sehat sebagai media pemantauan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan mengenai hipertensi, pemeriksaan tekanan darah, demonstrasi terapi komplementer rendam kaki menggunakan rebusan serai dan garam, serta pembagian kartu sehat dan leaflet. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan masyarakat melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, di mana pada pre-test terdapat 69,2% responden dengan kategori baik, 23,1% cukup, dan 7,7% kurang, sedangkan pada post-test seluruh responden (100%) berada pada kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hipertensi. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan terapi komplementer dan media pemantauan sederhana mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pengendalian hipertensi. Program ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai model intervensi berbasis komunitas yang berkelanjutan dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi